Header Ads


Incomben Isi 25 Persen Kursi Legislatif

Ketua KPU Kabupaten Ponorogo membubuhkan tanda tangan karnaval Pemilu-Damai beberapa waktu lalu.
Ponorogo, Laras Post Online - Kursi anggota DPRD Kabupaten Ponorogo periode 2014-2019, lebih dari separuhnya bakal diisi oleh incomben, pasalnya berdasarkan hasil Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 9 April 2014 lalu, dipastikan 25 persen incomben yang menjadi calon lagislatif, kembali terpilih untuk periode berikutnya.
Ketua KPUD Kabupaten Ponorogo, Fatkhul Aziz mengungkapkan, dari 45 kursi dewan yang diperebutkan, 25 kursi berhasil dimenanglan incumbent. “Sedangkan satu orang incumbent lolos karena pindah partai yang semula berangkat dari PKPI, di pencalonan kedua kalinya berangkat dari partai Hanura, yaitu Muryanto yang juga mantan Kades Tegalombo, Kecamatan Kauman,” terang Ketua KPUD Kabupaten Ponorogo, Fatkhul Aziz kepada Surya, Minggu (27/4/2014).
Aziz mengungkapkan, dari 20 wajah pendatang baru itu, 9 diantaranya merupakan muka-muka terbaru, mereka adalah para mantan kepala desa (kades) di sejumlah desa yang ada di wilayah Kabupaten Ponorogo. “Memang banyak mantan Kades yang terpilih dalam Pileg kali ini,” ujarnya.
Untuk Dapil 1, ada mantan Lurah Tonatan, Muttaqien Azhari (Mustang) berangkat dari Partai Golkar, Dapil III, ada mantan Kades Pulung, Atik Suharso dari Partai Gerindra, Dapil IV ada tiga caleg yang lolos yakni mantan Kades Munggu, Kecamatan Bungkal, Adri Catur Darminto dari Partai Golkar, Mantan Kades Sendang, Kecamatan Ngrayun, Sukirman dari Partai Gerindra, dan mantan Kades Bekare, Kecamatan Bungkal, Mulyono dari Partai Gerindra. Sedangkan Dapil V ada Kateni, mantan Kades Jambon, kecamatan Jambon dari Partai Golkar dan Mahfud Arifin, mantan Kades Bulak, Kecamatan Balong. Sedangkan dari Dapil VI, ada Sugiyanto mantan Kades Pohijo, Kecamatan Sampung dari Partai Demokrat dan Muryanto, mantan Kades Tegalombo, Kecamatan Kauman dari Partai Hanura. “Semua mantan Kades itu, mendapatkan perolehan suara memenuhi syarat menjadi caleg jadi di DPRD Ponorogo,” jelasnya.
Azis menyatakan, rata-rata para mantan Kades terjun ke dunia politik praktis  karena mereka berasumsi memiliki pengalaman dalam teknis pemilihan caleg yang mirip dengan teknis Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Selain itu, mereka juga memiliki kekuatan di dalam beberapa forum atau komunitas yang mengatasnamakan Forum Kepala Desa itu.
“Kekuatan para mantan Kades itu karena mereka ikut di sejumlah forum yang beranggotakan Kades. Sumber kekuatan itu pengaruh di dalam perebutan suara pemilih di masing-masing desa. Fenomena itu masih ampuh terbukti bisa meloloskan 9 caleg terpilih dari para mantan Kades,” ujarnya.
Berdasarkan hasil rekapitulasi Partai Golkar meraih suara terbanyak dalam Pileg 2014 dengan mendapat 10 kursi, disusul PKB 7 kursi, Partai Demokrat, Gerindra dan PAN masing-masing  6 kursi, PDIP 5 kursi, PKS 2 kursi, serta PPP, Hanura dan Nasdem masing-masing 1 kursi. (yan) 

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.