Investasi Kondusif Toyota Bangun Pabrik Mesin Kedua di Karawang
Karawang, Laras Post Online - Pertumbuhan industri sejalan dengan perkembangan investasi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sebagaimana diketahui 43% investasi Provinsi Jawa Barat berada di Kabupaten Karawang. Salah satunya terlihat dari keputusan PT. TMMIN untuk membangun pabrik mesin keduanya di Kab. Karawang.
Prosesi Ground Breaking pembangunan pabrik tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Karawang, H. Ade Swara, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Ushio Shigeru, Menteri Perindustrian RI MS Hidayat, Dirut TMMIN Hiroyuki Fukui, dan Kepala BKPM RI Mahendra Siregar, di Kawasan Industrial Estate (KJIE) Kec Telukjambe Barat Kab Karawang, Selasa (25/2) lalu. Lokasi ini merupakan kawasan industri tidak jauh dari KIIC, yang juga lokasi Toyota Karawang Plant sebelumnya.
Pada kesempatan itu, Dirut PT TMMIN Masahiro Nonami mengatakan bahwa semua persiapan sudah selesai. “Kami akan segera merealisasi pembangunan fisik pabrik mesin kedua di Indonesia kami menempati membangun di atas lahan 150 Ha terimakasih Kepada Pihak pemerintah yang hadir untuk mendukung perkembangan Perusahaan kami termasuk Menteri Perindustrian dan Bupati Karawang,” Masahiro Nonami.
Keberadaan pabrik itu menambah nilai investasi sebesar 2,3 Triliyun di tahap awal akan menyerap tenaga kerja 600 tenaga kerja baru, pembangunan pabrik baru ini memberikan kontribusi kepada masyarakat Indonesia melalui peningkatan aktivitas produksi yang signifikan untuk industri otomotif Indonesia.
Menurut Bupati Karawang, H. Ade Swara keberadaan pabrik tersebut sangat relevan dengan program pembangunan di Kab. Karawang, khususnya dalam penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat Karawang. “Tentunya, kami berharap tidak melenceng dengan aturan payung hukum yang kami buat, Perda No 1 Tahun 2011, yakni dominan mengambil tenaga kerja yang memiliki KTP Karawang, untuk mensejahterakan masyarakat Kabupaten Karawang,” ujarnya.
Bupati mengungkapkan, yang dibicarakan oleh Hiroyuki Fukui sesuai motto toyota saat ini bersama membangun “Indonesia Berbagi”. Namun, kata H Ade Swara, alangkah lebih baik diperhatikan dahulu untuk pembangunan SDM Kabupaten Karawang sebagai prioritas utama. “Terima kasih atas CSR yang diberikan kepada 19 SMK di Kabupaten Karawang. ini salah satu bentuk kepeduliannya dan tidak stop sampai di sini, kami Pemkab terus mengharapkan CSR dari PT Toyota ini,” imbunya.
PT. TMMIN yang akan dibangun ini merupakan produsen, assembler, dan distributor Mesin mobil Toyota di Indonesia. “Untuk itu, saya mengajak seluruh masyarakat menjadi bagian dari berkembangnya investasi di Karawang ini dalam upaya terciptanya lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan daya beli rakyat,” ujarnya.
Menurut H Ade Swara, tantangan ke depan bagi PT. TMMIN bukan hanya menjadi basis produksi bagi kendaraan bermotor, namun juga harus mampu menjawab tantangan lain yang cukup berat, yakni mengarahkan kemajuan dan perkembangan perusahaan agar tidak semata-mata menguntungkan perusahaan saja, melainkan juga dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap perkembangan dan kesejahteraan masyarakat khususnya di Kab. Karawang.
Bupati Karawang pun menekankan guna untuk memperhatikan lingkungan hidup, dimana setiap perusahaan agar menyediakan ruang terbuka hijau. Sedangkan alih fungsi lahan pertanian tidak ada lagi di Kabupaten Karawang, seiring dengan akan diterbitkannya Peraturan Daerah Lahan Pertanian Berkelanjutan, agar lahan pertanian yang ada sekarang tetap terjaga. “Satu sisi memang sulit mengharmoniskan suatu daerah yang mempunyai lahan pertanian dan perindustrian secara bersamaan menjadi kebanggaan level nasional,” ujarnya.
Sementara Menteri Perindustrian RI MS Hidayat mengatakan, untuk mendorong kelancaran pembangunan pabrik baru ini diperlukan dukungan dari berbagai macam pihak, baik dari Pemerintah Kabupaten Karawang maupun instansi terkait lainnya. “Proyek pembangunan pabrik ini diharapkan akan mendorong kegiatan ekonomi daerah, mengurangi beban pengangguran di lingkungan masyarakat dan sekaligus merangsang pembangunan,” tegasnya.
Dia juga mengharapkan agar pemerintah daerah dapat menciptakan iklim kemitraan yang saling menguntungkan antara pihak industri dengan masyarakat, guna membawa kemajuan bersama dan memberikan dampak langsung pada pertumbuhan industri, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan pendapatan masyarakat.
(Agus Safutra)
Prosesi Ground Breaking pembangunan pabrik tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Karawang, H. Ade Swara, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Ushio Shigeru, Menteri Perindustrian RI MS Hidayat, Dirut TMMIN Hiroyuki Fukui, dan Kepala BKPM RI Mahendra Siregar, di Kawasan Industrial Estate (KJIE) Kec Telukjambe Barat Kab Karawang, Selasa (25/2) lalu. Lokasi ini merupakan kawasan industri tidak jauh dari KIIC, yang juga lokasi Toyota Karawang Plant sebelumnya.
Pada kesempatan itu, Dirut PT TMMIN Masahiro Nonami mengatakan bahwa semua persiapan sudah selesai. “Kami akan segera merealisasi pembangunan fisik pabrik mesin kedua di Indonesia kami menempati membangun di atas lahan 150 Ha terimakasih Kepada Pihak pemerintah yang hadir untuk mendukung perkembangan Perusahaan kami termasuk Menteri Perindustrian dan Bupati Karawang,” Masahiro Nonami.
Keberadaan pabrik itu menambah nilai investasi sebesar 2,3 Triliyun di tahap awal akan menyerap tenaga kerja 600 tenaga kerja baru, pembangunan pabrik baru ini memberikan kontribusi kepada masyarakat Indonesia melalui peningkatan aktivitas produksi yang signifikan untuk industri otomotif Indonesia.
Menurut Bupati Karawang, H. Ade Swara keberadaan pabrik tersebut sangat relevan dengan program pembangunan di Kab. Karawang, khususnya dalam penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat Karawang. “Tentunya, kami berharap tidak melenceng dengan aturan payung hukum yang kami buat, Perda No 1 Tahun 2011, yakni dominan mengambil tenaga kerja yang memiliki KTP Karawang, untuk mensejahterakan masyarakat Kabupaten Karawang,” ujarnya.
Bupati mengungkapkan, yang dibicarakan oleh Hiroyuki Fukui sesuai motto toyota saat ini bersama membangun “Indonesia Berbagi”. Namun, kata H Ade Swara, alangkah lebih baik diperhatikan dahulu untuk pembangunan SDM Kabupaten Karawang sebagai prioritas utama. “Terima kasih atas CSR yang diberikan kepada 19 SMK di Kabupaten Karawang. ini salah satu bentuk kepeduliannya dan tidak stop sampai di sini, kami Pemkab terus mengharapkan CSR dari PT Toyota ini,” imbunya.
PT. TMMIN yang akan dibangun ini merupakan produsen, assembler, dan distributor Mesin mobil Toyota di Indonesia. “Untuk itu, saya mengajak seluruh masyarakat menjadi bagian dari berkembangnya investasi di Karawang ini dalam upaya terciptanya lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan daya beli rakyat,” ujarnya.
Menurut H Ade Swara, tantangan ke depan bagi PT. TMMIN bukan hanya menjadi basis produksi bagi kendaraan bermotor, namun juga harus mampu menjawab tantangan lain yang cukup berat, yakni mengarahkan kemajuan dan perkembangan perusahaan agar tidak semata-mata menguntungkan perusahaan saja, melainkan juga dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap perkembangan dan kesejahteraan masyarakat khususnya di Kab. Karawang.
Bupati Karawang pun menekankan guna untuk memperhatikan lingkungan hidup, dimana setiap perusahaan agar menyediakan ruang terbuka hijau. Sedangkan alih fungsi lahan pertanian tidak ada lagi di Kabupaten Karawang, seiring dengan akan diterbitkannya Peraturan Daerah Lahan Pertanian Berkelanjutan, agar lahan pertanian yang ada sekarang tetap terjaga. “Satu sisi memang sulit mengharmoniskan suatu daerah yang mempunyai lahan pertanian dan perindustrian secara bersamaan menjadi kebanggaan level nasional,” ujarnya.
Sementara Menteri Perindustrian RI MS Hidayat mengatakan, untuk mendorong kelancaran pembangunan pabrik baru ini diperlukan dukungan dari berbagai macam pihak, baik dari Pemerintah Kabupaten Karawang maupun instansi terkait lainnya. “Proyek pembangunan pabrik ini diharapkan akan mendorong kegiatan ekonomi daerah, mengurangi beban pengangguran di lingkungan masyarakat dan sekaligus merangsang pembangunan,” tegasnya.
Dia juga mengharapkan agar pemerintah daerah dapat menciptakan iklim kemitraan yang saling menguntungkan antara pihak industri dengan masyarakat, guna membawa kemajuan bersama dan memberikan dampak langsung pada pertumbuhan industri, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan pendapatan masyarakat.
(Agus Safutra)




Post a Comment