Header Ads


Gerindra Tak Percaya Pernyataan Presiden

Jakarta, Laras Post Online - Anggota Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Permadi menyatakan tidak ada hubungan antara banyaknya partai politik di koalisi pemerintahan dengan sulitnya melakukan kecurangan pemilu. 
Menurutnya pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal pemerintah tidak mungkin curang dalam pemilu karena terdiri dari berbagai partai, hanya pembelaan diri saja. “Pernyataan itu naïf, normatif dan hanya membela diri saja,” kata Permadi, kepada SH.
Menurut Permadi, tidak ada jaminan koalisi partai pemerintahan bisa saling mengontrol. Kecurangan bisa saja dilakukan bersama-sama.
Permadi menyatakan partainya mengkhawatirkan kecurangan lewat manipulasi daftar pemilih tetap (DPT) yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum. Setiap pemilu, kata Permadi, DPT rawan dimanipulasi untuk kepentingan politik tertentu.
Praktek curang juga bisa dilakukan dengan melakukan politik uang. Penggelontoran dana bantuan sosial atau dana lain dari APBN untuk kepentingan politik partai-partai berkuasa. Permadi juga menyoroti kecurangan pada saat penghitungan suara.  
Netralitas penyelenggara pemilu juga masih menjadi persoalan. Dua kali berturut-turut dua orang komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) langsung masuk ke partai berkuasa, usai pemilu diseleggarakan. “Banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk curang,” ujarnya.
Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi juga mencemaskan potensi kecurangan melalui penetapan daftar pemilih tetap (DPT). Dia mengklaim berdasarkan data yang dikumpulkan Gerindra, masih ada 3 juta pemilih yang belum beres datanya masuk dalam DPT.
“Pencermatan kembali DPT juga belum diulang seperti janjinya Komisi Pemilihan Umum (KPU),”  kata Suhardi. (Ars)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.