Header Ads


Antisipasi Kelangkaan, Inkoppas Minta Dilibatkan dalam Penyaluran Kebutuhan Pokok

Andrian Lame Muhar.




JAKARTA, LARAS POST - Jelang natal dan tahun baru (Nataru), harga kebutuhan pokok bergerak naik. 

Menurut Ketua Hubungan Antarlembaga Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) Andrian Lame Muhar, naiknya harga kebutuhan pokok jelang nataru wajar-wajar saja. 

"Yang tidak wajar kalau barang menjadi langka," tandasnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (23/12/2022).

Andrian menuturkan, salah satu kebutuhan pokok yang naik tajam yaitu telur ayam yang sempat Rp36.000 per kg. 

"Sementara, untuk kebutuhan yang lain seperti cabe bawang masih wajar. Kalau ada kenaikan masih hal wajar. Saya berharap tidak langka dulu," tukasnya. 

Terkait menipisnya stok barang kebutuhan pokok, seperti beras, pemerintah melalui Bulog telah membuka kran impor sebanyak 200 ribu ton. 

"Dapat info, awal Januari 2023  beras sudah disalurkan. Karena cadangan beras menipis," urainya. 

Melibatkan Inkoppas

Andrian melanjutkan, dalam penyaluran beras, Inkoppas sudah berkirim surat ke Bulog agar dilibatkan membantu penugasan pemerintah dalam penyaluran beras, karena Inkoppas menaungi koperasi-kiperasi di pasar.

"Dari tahun 1996-1998 Inkoppas sudah membantu pemerintah. Tahun 1998 Inkoppas membantu menstabilkan harga minyak goreng. Dan beberapa waktu lalu membantu menyalurkan minyak goreng curah. Dan Alhamdulillah bisa," tegasnya 

Dan beberapa waktu lalu, Andrian mengemukakan, Inkoppas juga menyalurkan beras dari Bulog, untuk beras medium. 

"Kita minta pemerintah melibatkan Inkoppas dalam menyalurkan barang kebutuhan pokok, sehingga tidak ada kelangkaan sembako di pasar," cetusnya. 

Andrian mengaku pihaknya terus berupa agar Inkoppas dipercaya mendistribusikan barang kebutuhan pokok. "Untuk itu, Inkoppas sudah berkomunikasi dengan pihak terkait, seperti Bulog, suplayer, BUMN Berdikari," ucapnya. 

Pihaknya, lanjut Andrian, juga membuka pintu kepada suplayer untuk mensuplai barang-barang yang dibutuhkan Inkoppas agar bisa disalurkan. 

"Kami juga komunikasi dengan importir bawang putih agar mendapatkan bawang putih impor yang baik. Juga komunikasi dengan koperasi petani di daerah, dan berkomunikasi dengan koperasi telur supaya bisa menyalurkan ke pasar kami."

Harus Komperehensif

Oleh karena itu, Andrian menyatakan bahwa dalam hal kebutuhan pokok harus dilakukan secara koperehensif dari hulu ke hilir. "Jangan sampai Inkoppas mendorong di hilir, di hulu banyak kekurangan," paparnya. 

Dia mencontohkan, harga telur bisa naik karena harga pakannya sangat tinggi.  

"Dan kemarin masalah daging karena PMK (penyakit mulut dan kaki). Karena subsitusi impor daging belum sampai sekarang. Sebenarnya hal di hulu sangat sulit. Kalau hilirisasi sembako di pedagang pasar tinggal linear saja," jelasnya. 

"Apabila harga di hulu sudah naik otomatis di bawah akan merangkak naik. Kalau di hulu sudah langka akan sulit untuk mendistribusikan," ujarnya. 

Lalu faktor apa yang menjadi penyebab kendala di hulu? Andrian mengungkapkan beberapa hal yang menjadi kendala. "Contoh tadi, telur karena pakannya masih impor. Kedua,  masalah daging sapi masih kena PMK. Juga terkait bencana alam. Daerah-daerah sumber sayur mayur berdampak karena gempa," katanya. 

"Lalu faktor karena proses hulunisasi. Saya rasa pemerintah kurang sergap untuk menyelesaikan itu. Sedangkan penopang hulu di pemerintah yaitu Bulog."

Dia mengutarakan, soal beras saja masih beda data. "Saya berharap pemerintah memperhatikan hulunisasi itu," sambungnya. 

"Kalau sudah semakin langka, harga semakin naik, akan terjadi ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah mengenai kestabilan harga." (wn


,




 

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.