Header Ads


Dorong Percepatan Realisasi Pembangunan PLTA Kayan, Moeldoko: Maknai Tujuan Transisi Energi G20

Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko (ketiga dari kiri) dalam acara Ceremony Project Establishment and Partnership for Energy Transition, di Hotel InterContinental Sanur, Denpasar, Minggu (13/11).

SANUR, LARAS POST - Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko mengatakan bahwa percepatan realisasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan Cascade, di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara merupakan peristiwa besar yang membicarakan masa depan. Terlebih lagi, proyek monumental ini akan memaknai tujuan transisi energi yang digaungkan dalam tema Presidensi G20 Indonesia. 

Oleh karenanya, pemerintah konsisten mendukung percepatan pembangunan PLTA Kayan oleh PT Kayan Hydro Energy yang bekerja sama dengan Sumitomo Corporation. Pemerintah juga mendorong agar segera dilaksanakan groundbreaking (peletakan batu pertama), paling lambat bulan Desember 2022.

"Seperti keinginan presiden. Tidak hanya berhenti di sini. Pembangunan PLTA Kayan ini peristiwa sejarah apalagi dalam konteks lebih besar memaknai tema Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, mengenai transisi energi," kata Moeldoko, pada acara Ceremony Project Establishment and Partnership for Energy Transition, di Hotel InterContinental Sanur, Denpasar, Minggu (13/11).

Percepatan pembangunan PLTA Kayan menjadi penting sebagai komitmen konkret Indonesia dalam upaya menurunkan emisi gas. Komitmen ini bagian dari hasil kesepakatan pertemuan menteri-menteri energi anggota G20, di Bali, bulan September 2022 lalu. Pembangkit ini masuk sebagai proyek strategis nasional demi mewujudkan komitmen Indonesia menuju net zero emission pada tahun 2060.

"Presiden menginginkan pelaksanaan groundbreaking segera. Maknanya, ini proyek ril dalam rangka transisi energi yang sudah cukup lama. Saya yakin Sumitomo dengan adanya keinginan presiden akan bekerja lebih keras," imbuhnya.

Terdiri atas 5 bendungan dengan 5–6 unit turbin pembangkit pada tiap bendungannya, PLTA ini akan menghasilkan listrik bersih dengan total 9.000 Megawatt. Listrik yang dihasilkan oleh proyek PLTA ini tidak hanya akan menyuplai kawasan industri hijau di Kalimantan Utara dan kawasan Ibukota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, tapi juga kebutuhan listrik di Pulau Kalimantan.

Direktur Utama Kayan Hydro Energy, Andrew Suryali, pun menyebut realisasi kerja sama pembangunan PLTA Kayan Cascade dengan Sumitomo Corporation telah menarik investasi hingga 17,8 miliar dollar AS. (tb)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.