Seksinya Duet Airlangga Hartarto-Khofifah Indar Parawansa
![]() |
| Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto. |
JAKARTA LARAS POST - GORENG MENGGORENG calon presiden dan calon wakil presiden 2024-2029 belum secara terbuka dilakukan. Masing-masing calon masih sibuk mensosialisasikan dirinya, di mana sebagian di antaranya kemungkinan ikut 'bermain' dalam berbagai survei atau jajak pendapat yang melibatkan pandangan masyarakat. Nama-nama kandidat capres yang sudah ramai beredar berkisar pada Airlangga Hartarto, Prabowo Subianto, Agus Harimurti Yudhoyono, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, Muhaimin Iskandar, dan Puan Maharani. Di luar itu, ada beberapa nama, tetapi masih malu-malu untuk langsung disebut sebagai capres, misalnya Luhut Binsar Panjaitan dan Erick Thohir.
Dari keseluruhan nama di atas, baru Airlangga Hartarto yang secara resmi sudah dideklarasikan sebagai calon presiden. Airlangga Hartarto menjadi representasi dari Partai Golkar. Nama-nama lainnya mengemuka dari hasil survei politik, tak terkecuali Prabowo Subianto, pengendali Partai Gerindra yang dua kali diungguli Joko Widodo, pada Pilpres 2014 dan Pilpres 2019.
Airlangga termasuk rajin melakukan sosialisasi. Menjalin komunikasi dengan silaturahmi ke pimpinan parpol lainnya sudah dilakukan sejak tahun silam. Terakhir, ia menyambangi Surya Paloh, pimpinan Partai NasDem. Namun, pertemuan dengan Surya Paloh tampaknya terkait dengan rencana kolaborasi untuk Pilkada DKI Jakarta 2024. Golkar ingin menggandengkan Airin Rachmi Diany dengan Ahmad Sahroni sebagai calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2024-2029 melalui Pilkada serentak November. 2029.
Dalam hubungannya dengan capres dan cawapres, Airlangga baru melakukan pertemuan dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Walau Airlangga Hartarto membantah jika pertemuan tertutup dengan Khofifah di kantor DPD Golkar Jatim, Surabaya 12 Januari 2022, terkat dengan wacana menggandeng Gubernur Jatim 2018-2023 itu sebagai cawapres untuk Pilpres 2024.
Airlangga memiliki kedekatan dengan Khofifah. Mereka pernah duduk di satu komisi saat sama-sama menjabat anggota DPR RI. Tak mengherankan kalau pertemuan Airlangga dengan Khofifah langsung diidentikan sebagai persiapan koalisi menuju kontestasi politik akbar 2024 itu.
Lahir kemudian deklarasi dukungan untuk duet Airlangga-Khofifah dari para santri. Barisan Santri Relawan Airlangga Hartarto (Basrah) akan secara masiv melakukan konsolidasi dengan jaringan santri pendukung Khofifah di seluruh Indonesia. Demikian juga dengan Komunitas Ibu Pengajian (KIP).
KIP menyebut Airlangga sebagai pemimpin yang kalem dan relijius. Kedekatan Airlangga dengan ulama dan habaib menjadi salah satu pertimbangan.
Pilpres 2024 dilaksanakan di tengah upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi. Oleh karenanya, Indonesia membutuhkan pemimpin yang telah teruji dalam pemerintahan, cakap dalam menangan ekonomi, dan peduli terhadap ekonomi masyarakat kecil. Itu semua ada dalam diri Airlangga, sebut KIP.
Adapun Khofifah, sudah memiliki pengalaman dalam mengurusi umat, baik penugasan di pemerintahan sebagai anggota DPR, Menteri Sosial, Kepala BKKBN dan gubernur. Komitmen kerakyatan Khofifah sudah tidak diragukan lagi. Apalagi ia juga sebagai Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama. Khofifah sukses dalam meningkatkan pemberdayaan terhadap ibu-ibu kelompok pengajian.
Airlangga sendiri membantah jika pertemuannya dengan Khofifah terkait capres dan cawapres. Pertemuan dengan Gubernur Jatim itu, katanya, membahas penanganan Covid-19 dan persiapan G-20. Dalam hubungannya dengan G20, Airlangga yang Menko Perekonomian dan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu menyebut jika Jatim menjadi salah satu tempat pertemuan G20 sehingga kedatangannya sekaligus memonitor kesiapan termasuk kesehatan.
Sinyal koalisi Airlangga dengan Khofifah makin terasa dengan mempertimbangkan bahwa Khofifah yang kader PKB cukup intim dengan Golkar. Golkar juga yang mengantar duet Khofifah-Emil Dardak memenangkan Pilgub Jatim 2018.
Duet Airlangga-Khofifah dianggap seksi. Khofifah memiliki kedekatan khusus dengan kalangan pemilih islam. Duet ini diperkirakan bisa mendapatkan perolehan suara sangat signifikan di Jatim, yang selama ini menjadi salah satu basis untuk konsolidasi Golkar. Di sisi lain, Golkar Jatim juga menjadi salah satu yang paling progresif, sehingga bisa direplikasi (ditiru) DPD lain.
Kombinasi Airlangga-Khofifah bahkan bisa menjadi kekuatan raksasa. Airlangga merupakan tokoh peracik ekonomi yang mumpuni, yang terbukti membuat ekonomi Indonesia stabil di tengah pandemic covid 19, ketua umum partai besar dan politisi berpengalaman.
Khofifah, Gubernur Jatim, wilayah dengan pemilih terbesar kedua di Indonesia, sangat signifikan memengaruhi suara pemilih di pilpres. Selain itu, khofifah juga pernah menjadi Menteri, sehingga punya pengalaman mengelola pemerintahan.
Dalam kapasitasnya sebagai pemimpin Muslimat NU, suara Khofifah bisa mewakili suara perempuan. Intinya, pasangan Airlangga-Khofifah ini merupakan kombinasi yang baik, pasangan yang cocok, dan berpeluang menang di Pilpres 2024.***






Post a Comment