Musim Panen Raya Petani Pebayuran Menjerit, Harga Gabah Anjlok
BEKASI, LARAS POST - Efek pandemi Covid-19 pendapatan masyarakat Indonesia mengalami penurunan. Hal itu pun dirasakan para petani di bilangan Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang mengeluh akibat anjloknya harga jual gabah saat ini tak sesuai dengan harga pupuk dan obat anti hama.
Ata, salah satu anggota kelompok tani Sri Pohaci Kampung Selang, Desa Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi mengatakan, bahwa panen raya saat ini harga jual gabah jauh yang diharapkan di bawah pasaran tak sesuai modal awal yaitu pupuk dan obat semprot yang begitu tinggi harganya di tambah lagi Harga BBM sejenis pertamax serta bahan pokok yang melambung tinggi. "Kami selaku petani merasa sedih dan kecewa, contoh sejenis BBM Pertamax naik, kami pun kena imbasnya seperti menggunakan mesin gerabag biasa membeli Pertalite perbotol itu 10 ribu rupiah, kini harus membeli Pertamax satu botol itu 15 ribu rupiah otomatis ongkos gerabag ikut naik juga biasa per ton 170 ribu rupiah, sat ini kami harus membayar per tonnya menjadi 200 ribu rupiah," ucap Ata salah satu petani.
Ata berharap kepada pemerintah pusat melalui Kementrian Pertanian maupun pemerintah Kabupaten Bekasi, khususnya Dinas Pertanian maupun yang terkait agar bisa meningkatkan harga jual gabah yang saat ini sedang mengalami penurunan di kisaran harga gabah pera Rp 4000 sampai Rp3900 per kilogramnya.
"Apalagi sejenis gabah ciherang saat ini harga jualnya Rp 3800 rupiah per kilogramnya," jelas Ata pada wartawan saat diwawancara, Kamis (14/4/2022).
Ata selaku anggota Kelompok Tani Sri Pohaci serta para petani lainnya berharap kepada dinas terkait perlu ada kebijakan dari pemerintah untuk menyeimbangkan harga jual gabah, agar menjaga stabilitas harga gabah di pasaran yang dianggap terlalu murah tersebut. "Jadi para petani lah yang jadi korbannya," pungkas Ata.
Yusup Supriyatna selaku Kepala Koordinator Divisi Pengawasan Investigasi lembaga swadaya masyarakat Suara Independen Rakyat Adil (LSM SIRA) membenarkan, bahwa harga jual gabah saat ini mengalami penurunan yang sangat drastis, tidak sesuai dengan harga pupuk dan obat semprot, yang saat ini bukannya naik tapi pindah harga, membuat para petani saat ini yang sedang panen raya sebagian di wilayah Pebayuran menjerit akibat harga jual gabah anjlok," terang Yusup.
"Kami prihatin pada para petani di saat musim panen raya harga jual gabah anjlok dibilangan sebagian Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi ini, kami berharap kepada Pemerintah pusat melalui kementrian pertanian, dan pemerintah Kabupaten Bekasi khususnya Dinas Pertanian agar dapat menstabilkan harga jual gabah, intinya pro rakyat kecil, apalagi saat ini bahan pokok naik, sejenis pertamax ikut naik juga dan kenapa harga jual gabah turun alias anjlok di duga ada apa??," tutup Yusup. (kobirudin)






Post a Comment