Serbuan Vaksin di Makoramil Cikupa Target 1000 Orang
| Koramil 04 Cikupa, Kodim 0510/Trs, saat melakukan serbuan vaksin satu dan dua di Makoramil 04 Cikupa dengan target 1000 orang. |
TANGERANG, LARAS POST - Membantu pemerintah dalam pencegahan virus Covid-19, guna mewujudkan warga menuju sehat, serta terciptanya herd immunity nasional, Koramil 04 Cikupa, Kodim 0510/Trs, melakukan serbuan vaksin tahap satu dan tahap dua di Makoramil 04 Cikupa dengan target 1000 orang.
Dengan cara menggunakan mobile vaksin di gelar di Makoramil 04 Cikupa diharapkan warga lebih merespon. Adapaun jenis vaksin yang digunakan di Makoramil 04 Cikupa hari ini CoronVac dari Sinovac/Bio Farma dan Astra Zeneca.
Dandim 0510/Trs Letkol Inf Bangun I E Siregar melalui Danramil 04 Cikupa Kapten Kav E Panjaitan Senin (11/10/2021) menjelaskan, hari ini mobile vaksin di Makoramil Cikupa menargetkan sebanyak 1000 orang untuk warga yang di vaksin.
"Alhamdulillah dari target 1000 orang, yang teregistrasi sebanyak 579 orang untuk vaksin pertama sebanyak 129 orang dengan rincian 50 orang vaksin Astra Zeneca dan 79 orang Sinovac," jelas Danramil.
Lebih lanjut Danramil menambahkan, untuk vaksin ke-2 sebanyak 439 orang dengan jumlah keseluruhan warga yang di vaksin sebanyak 568 orang dan yang tertunda vaksin sebanyak 11 orang.
Menurut Danramil, dari 11 orang yang tertunda akibat hipertensi sebanyak 5 orang, demam 3 orang, asma 2 orang dan DM 1 orang dengan jumlah vaksinator sebanyak 15 orang.
Ketahui Jenis Vaksin
Vaksin CoronaVac
Perlu diketahui bahwa vaksin CoronaVac di Indonesia terdapat dua jenis produk, pertama dari Sinovac (China) dan kedua produk Bio Parma (Indonesia), namun keduanya dari bahan baku dan jenis yang sama.
Bahan dasar vaskin ini virus Corona (SARS-CoV-2) yang telah dimatikan (inactivated virus). Uji Klinis di China, Indonesia, Brazil, Turki, Chile.
Dosis: 2 dosis (0,5 ml per dosis) dengan jarak 14/28 hari dan efikasi vaksin 65,3% di Indonesia) dan 91,25% di Turki.
Vaksin Sinovac telah melampaui standar minimal 50% yang ditetapkan oleh WHO dan FDA. Vaksin ini juga sudah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization (EUA) dari BPOM, serta sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Setelah disuntikkan, virus yang tidak aktif pada vaksin ini akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi yang dapat melawan virus Corona secara spesifik. Dengan begitu, jika sewaktu-waktu tubuh terserang virus Corona, sudah ada antibodi yang bisa melawannya dan mencegah terjadinya penyakit.
Kemungkinan terjadinya infeksi atau penyakit COVID-19 yang bergejala pada orang yang sudah divaksinasi dengan vaksin Sinovac bisa turun sebesar 65%.
Sebagai ilustrasi, jika tadinya ada 9 juta orang yang bisa terinfeksi dan masuk rumah sakit karena COVID-19, setelah pemberian vaksin ini jumlahnya bisa berkurang menjadi hanya 3 juta orang. Sementara pada skala individu, risiko orang yang sudah divaksin akan menjadi 3 kali lebih rendah untuk mengalami sakit karena COVID-19.
Vaksin ini juga dinilai aman, sebab efek samping yang bisa muncul hanya bersifat ringan dan sementara, misalnya nyeri di lokasi penyuntikan, nyeri otot, dan sakit kepala. Efek samping yang paling banyak terjadi adalah nyeri di lokasi penyuntikan dan rata-rata hilang dalam 3 hari.
Vaksin AstraZeneca
Vaksin AstraZeneca berasal dari virus hasil rekayasa genetika (viral vector). Vaksin ini bekerja dengan cara menstimulasi atau memicu tubuh untuk membentuk antibodi yang dapat melawan infeksi virus SARS-Cov-2.
Vaksin AstraZeneca atau AZD1222 adalah vaksin untuk mencegah penyakit COVID-19. Vaksin ini merupakan hasil kerja sama antara Universitas Oxford dan AstraZeneca yang dikembangkan sejak Februari 2020.
Vaksin AstraZeneca untuk COVID-19 telah menjalani uji klinis di Inggris, Brazil, dan Afrika Selatan. Vaksin ini memiliki nilai efikasi (efek perlindungan terhadap COVID-19) sebesar 63,09%.
Dosis dan Jadwal Pemberian Vaksin AstraZeneca
Vaksin AstraZeneca akan diberikan langsung oleh dokter. Dosis dalam sekali suntik adalah 0,5 ml. Penyuntikan vaksin dilakukan sebanyak 2 kali dengan jarak 4–12 minggu. Vaksin ini akan disuntikkan ke dalam otot (intramuskular/IM). (Her/As/TB)


Post a Comment