Perjuangan Kartini Motivasi Aktivis Perempuan
![]() |
| Alia Sidik |
"Kaum perempuan tidak boleh kalah dengan kaum laki-laki dalam berkarir. Apalagi regulasi yang ada memberikan peluang seluas-luasnya kepada kaum perempuan," ujarnya di gedung Wibawa Mukti Pemkab Bekasi, Senin (22/4/2019).
Alia menegaskan, untuk bisa menyejajarkan diri kaum perempuan harus memiliki kemampuan, terutama kualitas pengetahuan, wawasan dan karakter kepribadian.
Oleh karena itu, lanjut Alia, kaum perempuan harus belajar, baik melalui pendidikan formal maupun non formal, termasuk rajin membaca buku dan mengikuti berbagai kegiatan organisasi yang dapat memperkaya pengetahuan dan wawasan.
Alia Sidik aktivis perempuan peraih Anugerah Sekar Bangsa dari PT Mustika Ratu dan Yayasan Putri Indonesia Kategori Kewirausahaan Ekonomi dan Bisnis pada tahun 2012 itu, pernah menjadi dosen luar biasa di salah satu perguruan tinggi di Kota Gorontalo.
Namun ia memutuskan untuk absen sementara dari dunia pendidikan dan memilih berkeliling Indonesia untuk memperjuangkan hak-hak perempuan terutama dibidang kewirausahaan ekonomi dan bisnis. "Karena masih banyak hambatan bagi perempuan dibanding laki-laki dalam berbisnis," kata Alia.
Menurutnya, hambatan tersebut bersifat inheren sehingga sulit diatasi, maka pertanyaan ini pula sulit untuk dijawab. Bisnis memang bukan menjadi hal yang wajib bagi perempuan tapi bagaimanapun kesetaraan dalam berbisnis adalah hak yang dibutuhkan oleh perempuan. Terlepas dari mampukah untuk sebanding atau tidak dengan laki-laki dalam hal kualitas.
"Tugas kita semua menghilangkan persepsi bahwa perempuan tidak lebih dari laki-laki. Bagi perempuan, menjadi wira usaha adalah tantangan yang besar dan tidak mudah dilalui. Namun bukan berarti tidak mungkin," pungkasnya. (abduh)




Post a Comment