Ade Yasin Kukuhkan Apoteker dan Pharmasis Agen Perubahan
![]() |
| Bupati Bogor Ade Yasin Ketika memberikan sambutan pada acara Pencanangan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat), di Olympic Renovotel Sentul, Kamis (25/4). |
Bogor, Laras Post - Pada acara Pencanangan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) yang dilaksanakan di Olympic Renovotel Sentul, Kamis (25/4), Bupati Bogor Ade Yasin mengukuhkan 40 apoteker dan 10 pharmasist Agen Of Change (AOA) guna menjadi agen perubahan dari perilaku masyarakat yang kurang baik.
"40 orang apoteker dan 10 pharmasist AOA yang dilantik hari ini adalah ujung tombak agen perubahan dalam gerakakan masyarakat cerdas menggunakan obat (Gema Cermat)," ujar Ade.
Ia pun menerangkan penggunaan obat yang tidak tepat bisa menimbulkan efek samping, berdampak negatif dan tidak diinginkan bagi penggunanya seperti antibiotika.
![]() |
| Bupati Bogor Ade Yasin mengukuhkan 40 apoteker dan 10 pharmasist Agen Of Change (AOA) guna menjadi agen perubahan dari perilaku masyarakat yang kurang baik. |
"Agar penggunaan obat rasional, sesuai kebutuhan dalam periode adekuat dan memenuhi syarat maka harus ada sosialisasi Gema Cermat karena kalau penggunaan obat tidak tepat bisa berdampak dalam menurunnya mutu pengobatan, bengkaknya biaya pengobatan, menimbulkan efek samping negatif hingga resistensi antibiotika," terangnya.
Tak hanya melakukan sosialisasi penggunaan obat yang cerdas, Ade menjelaskan dalam Gema Cermat para apoteker dan pharmasis AOA ini juga memberikan edukasi bagaimana menyimpan obat yang benar.
![]() |
| Bupati Bogor Ade Yasin ketika menghadiri acara Pencanangan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat. |
"Kepada masyarakat dan semua pihak saya menghimbau tidak menggunakan obat sembarangan dan dapatkan, gunakan, simpan dan buang (Dagysibu) obat secara benar dan tepat," jelas Ade.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Tri Wahyu Harini menuturkan karena salah menggunakan obat maka terjadilah masalah kesehatan mulai dari ringan, membuat penggunanya cacat hingga kematian.
![]() |
| Para apoteker dan pharmasis AOA yang hadir di acara. |
"Masih maraknya swamedikasi ini tidak sedikit menimbulkan korban jiwa selain berdampak pada masalah kesehatan ringan dan sedang, apalagi di masyarakat masih banyak beredar obat dan vaksin palsu hingga zat berbahaya lainnya. Oleh karena itu dengan Gema Cermat masyarakat mengetahui menggunakan obat yang aman' bermanfaat dan berkhasiat dalam mengatasi permasalahan kesehatannya," tutur Tri. (Derima / Diko)







nice infonya bos qu..
ReplyDeletebit.ly/2PYWrJk