Fasilitas Lanud-Lanud Pulau Terluar Perlu Segera Dibangun
![]() |
| Kasau Marsekal TNI Agus Supriatna disemati tanda Pin sebagai warga kehormatan Pomau pada upacara peringatan HUT ke-69 Pomau di lapangan Yustisi Mapuspomau, Senin (2/11). (Foto : Dispenau) |
“Kita bukan akan membangun atau menambah Skadron pesawat tempur di pulau terluar, tetapi yang kita butuhkan sekarang membangun sarana dan fasilitas Lanud terluar agar dapat didatangi pesawat tempur setiap saat. Semoga Kementrian Pertahanan juga sudah merencanakan pembangunan fasilitas Lanud pulau terluar” tegas Kasau.
Penegasan tersebut disampaikan Kasau kepada media seusai memimpin upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau) ke-69, di Mapuspomau, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (2/11).
HUT Pomau ke-69, terasa istimewa, dengan dilakukannya pembaretan kepada Kasau Marsekal TNI Agus Supriatna, sebagai warga Kehormatan Pomau. HUT Pomau yang dihadiri para pejabat teras TNI AU dan pejabat Pomad, Pomal dan Polri itu, juga dimeriahkan dengan demontrasi ketangkasan Pomau, seperti beladiri militer, pengamanan VVIP/VIP, ketangkasan berkendara kendaraan khusus, pelacakan Narkotika dengan anjing pelacak dan penanganan huru hara.
Kasau berharap momentum ulang tahun kali ini dapat menjadi wahana introspeksi bagi seluruh prajurit jajaran Pomau untuk makin profesional dalam pelaksanaan tugas-tugas kepolisian militer TNI AU, seperti penegakkan disiplin, taat hukum dan tata tertib prajurit.
“Saya minta agar prajurit Pomau dapat memberikan contoh kepada prajurit TNI AU lainnya dalam hal disiplin maupun penegakan hukum, sebelum mereka menertibkan prajurit yang lain” kata Kasau.
Pesawat multi fungsi
Terkait dengan pemadaman kebakaran lahan gambut dan kabut asap di wilayah Sumatera dan Kalimantan, Kasau mengatakan, selama ini TNI AU ini sudah berbuat banyak membantu pemerntah.
Berbagai upaya telah dilakukan mulai dari pengerahan pesawat CN-295 dan C-130 Hercules untuk aplikasi TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) hujan buatan, pengerahan prajurit untuk pemadaman kebakaran maupun pemadaman secara langsung ke titik api menggunakan Helikopter dengan teknik penyiraman dengan cairan khusus.
Menurut Kasau, pesawat-pesawat TNI AU, seperti C-130 Hercules, CN-295 dan Helikoper sudah dikerahkan untuk mengurangi api dan asap. Namun karena wilayah kebakaran sudah demikian luas, sehingga belum memberikan dampak signifikan. Untuk membantu mengoptimalkan pelaksanaan tugas TNI AU dibidang sosial, seperti penangan kebakaran hutan, Kasau menyatakan Pemerintah (Kemenhan) sudah menyanggupi membelikan pesawat baru yang berkemampuan multi fungsi untuk penaggulangan bencana, seperti pemadaman kebakaran hutan dan kabut asap, air survalance, maupun angkutan dan SAR.
“Alhamdulillah, tahun depan pemerintah akhirnya akan beli pesawat multi fungsi, yang dapat berfungsi sebagai air survailance, angkutan, SAR maupun Water Boom, untuk TNI AU sekitar tiga atau empat pesawat” ungkap Kasau. (sg,Yp,Penau)




Post a Comment