BNN Akan Fokus Pada Program Pencegahan
Jakarta, Laras Post - Badan Narkotika Nasional (BNN) dinilai telah gagal dalam melaksanakan program rehabilitasi. Kedepan BNN akan lebih fokus pada program pencegahan dengan melibatkan berbagai kemeneterian dan pemerintah daerah.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) mengatakan, program yang berjalan sejauh ini sebagian besar difokuskan pada rehabilitasi. Namun tidak optimal dalam strategi pencapaian dan terlalu dipaksakan.
“Kita sudah gagal. Kini saatnya pencegahan yang dikedepankan, semua harus dilaksanakan secara masif, libatkan Kemendikbud, Pemda DKI untuk bersama-sama menyebarluaskan informasi pola hidup sehat tanpa narkoba dengan memaksimalkan sistem dan fasilitas yang telah dimiliki,” ujar Buwas dalam Rapat Kerja Teknis Bidang Pencegahan, pada Kamis (22/10/2015) di Best Western Premier Hotel Jakarta.
Lebih lanjut Buwas menyatakan, perlu segera dibenahi infrastruktur BNN. “Kemampuan SDM sangat penting, apalagi jika pencegahan juga fokus pada bagaimana mencegah narkoba itu masuk ke indonesia, berarti dibutuhkan pembekalan secara khusus, ini pelan-pelan akan jadi konsistensi saya. Saya juga terus perkuat jejaring di tingkat pusat agar dapat diimplementasikan di daerah sesuai dengan karakteristik wilayah dan potensi kerawanannya, kita libatkan semua sektor sehingga perlu adanya skema lintas sektor apalagi BNNP dan BNNK sebagai unit pelaksana yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” jelas Buwas pada akhir arahannya.
Rapat Kerja Teknis Bidang Pencegahan itu diikuti oleh 69 peserta yang terdiri dari Kepala BNNP dan Kabid Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat seluruh Indonesia, serta Kepala BNNK Wilayah DKI Jakarta. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari yakni Kamis-Jumat (22-23/10/2015).
Kegiatan hari pertama diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan arahan mengenai Strategi Kebijakan BNN dalam Pencegahan Narkoba di Daerah oleh Kepala BNN Budi Waseso dan dilanjutkan dengan penyampaian materi kedua oleh Sestama BNN mengenai Manajemen Peran dan Sumber Daya Bidang Pencegahan di Tingkat Pusat dan Daerah. Materi ketiga oleh Kepala Biro Perencanaan yang akan membahas Kerangka Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba.
Pada hari Kedua dilaksanakan rapat kerja secara teknis membahas strategi program pencegahan di tingkat daerah oleh Deputi Pencegahan Antar MT Sianturi. Lalu dilanjutkan dengan rapat pembagian alokasi anggaran pusat dan daerah serta standardisasi pelaksanaan advokasi dan diseminasi informasi, akan langsung dipimpin oleh Direktur Advokasi Yunis Farida dan Direktur Diseminasi Informasi Gun Gun Siswadi.
Menurut panitia penyelenggara, kegiatan ini sebagai bentuk sinergitas dan rancangan strategi teknis penajaman program/kegiatan pencegahan yang sesuai dengan karakter sasaran terutama untuk percepatan pencapaian kinerja bidang pencegahan serta penguatan koordinasi antar BNN pusat dan seluruh BNN tingkat propinsi maupun kabupaten/kota terkait dalam penyusunan kebijakan dan kualitas pelaksanaan kegiatan di bidang pencegahan.
Kepala BNNP Gorontalo menuturkan kesulitan di lapangan yang dialami personil di daerah dalam melaksanakan tugas secara optimal karena ketidaktersediaan fasilitas dan alat khususnya dalam bidang pemberantasan.
“Sejauh ini kami juga masih terbatas dalam pemetaan wilayah kerja di daerah, karena ketika difasilitasi Kesbangpol Kemendagri ternyata kita belum memiliki BNNK di wilayah tersebut, jadi masih belum optimal dalam pelaksanaan kegiatan P4GN.” ujar Kepala BNNP Sumater Utara.
Kepala Biro Perencanaan juga menyampaikan rancangan pembangunan berwawasan anti Narkoba sebagi program yang dapat direalisasikan di daerah bekerjasama dengan seluruh pemimpin daerah.
“BNN harus memiliki program nyata bagi instansi lain khususnya optimalisasi di daerah, dengan Bang Wawan ini kita akan meminta dukungan dari kementerian/lembaga/daerah untuk kreatif melaksanakan kegiatan pencegahan.” Ujar Agus Sudrajat dalam paparannya.
Hari kedua diisi dengan diskusi interaktif teknis membahas alokasi pembagian anggaran program kerja bidang pencegahan wilayah pusat dan daerah. Seperti yang disampaikan Deputi Pencegahan Antar Sianturi bahwa arahan Kepala BNN baru sekarang fokus bagaimana membangun jejaring untuk meningkatkan sinergitas antar lembaga di pusat dan daerah.
“Kita sekarang sedang bergerak dan berlari lebih kencang mengejar ketertinggalan pencegahan, selama ini tidak diprioritaskan sehingga dengan adanya instruksi baru dari Kepala BNN, kita optimalkan peranan masing-masing, kami di pusat sudah mencoba membuka pintu agar komitmen semua instansi baik pemerintah, swasta, dapat direalisasikan dalam bidang pencegahan,” tutur Antar.
Dalam diskusi interaktif Direktur Advokasi dan Diseminasi Informasi akan membagi anggaran yang ada di tingkat pusat dan daerah sebagai standardisasi pelaksanaan di daerah, sehingga semua Kepala BNNP dapat mengimplementasikan secara seragam, baik NSKP maupun kebijakan pencegahan yang diteruskan di Kanwil instansi tingkat propinsi dan Kabupaten/Kota. (sg, ram)




Post a Comment