Indonesia - Mesir Pererat Hubungan Bilateral

Presiden Jokowi Sambut Hangat Kunjungan Presiden Mesir Abdel Fatah Al-Sisi 
Presiden Jokowi bersama Presiden Mesir  Abdel Fatah Al-Sisi ketika mengikuti proses upacara kenegaraan, (4/5/15)
Jakarta, Laras Post - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi sejumlah menteri Kabinet Kerja menerima Kunjungan Kenegaraan Presiden Mesir Abdel Fatah Al-Sisi, di Istana Merdeka, Jumat (4/9) sore.

Dalam Pantauan Laras Post, Presiden Abdel Fatah al-Sisi dan rombongan tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 16.15 dan langsung disambut oleh Presiden Jokowi  di tangga Istana Merdeka untuk kemudian menuju ke podium kehormatan guna mengikuti upacara kenegaraan.
Upacara diawali dengan mendengarkan lagu kebangsaan kedua negara dengan diiringi dentuman meriam sebanyak 21 kali. Selanjutnya, Presiden Abdel Fatah al-Sisi didampingi Presiden Jokowi memeriksa jajar kehormatan. Kedua Presiden kemudian memperkenalkan delegasi masing-masing.

Mesir Ingin Belajar Demokrasi
Penyambutan hangat
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa Presiden Mesir Abdul Fatah Al-Sisi ingin belajar dari Indonesia cara mengembangkan demokrasi.  Presiden Mesir menilai Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, dan sekaligus negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.
“Kami  bertukar pikiran mengenai memajukan demokrasi dan Islam yangrahmatan lil alamin, termasuk di dalamnya kami juga berbicara masalah yang berkaitan dengan radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme,” ujar Presiden Jokowi dalam keterangan pers bersama Presiden Mesir Abdul Fatah Al-Sisi, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (4/9) petang.

Pererat Hubungan Bilaretal
Dalam pertemuan bilateral, Presiden Jokowi menyampaikan permintaan kepada Presiden Mesir untuk memberi  perlindungan bagi Warga Negara Indonesia yang berada di Mesir.
“Karena jumlah mahasiswa ada kurang lebih 3.000 orang dan buruh migran Indonesia ada sekitar 1.200 orang. Dan Yang Mulia tadi menyanggupi untuk itu,” kata Presiden Jokowi.
Sebelumnya kedua pemimpin menyaksikan penandatanganan MOU mengenai bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan paspor dinas, dalam rangka meningkatkan intensitas hubungan antar pemerintahan.

Penandatangan dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Mesir Ahmed Aboul Gheit. Kedua Menlu juga menandatangani kerjasama pelatihan para diplomat.

Perdagangan dan Investasi
Presiden Mesir saat menandatangani kesepakatan
Pertemuan kedua kepala negara juga membahas peningkatan hubungan perdagangan dan investasi, mengingat jumlah investasi Indonesia cukup besar di Mesir.

“Indonesia meminta agar  Pemerintah Mesir dapat memberikan kemudahan-kemudahan dan perlindungan bagi investor Indonesia,” kata Presiden Jokowi.

Sementara itu, Menlu Retno mengatakan Mesir merupakan salah satu mitra utama Indonesia di kawasan Afrika dengan nilai total perdagangan Indonesia-Mesir pada 2014 mencapai  1,49 miliar dollar AS, dengan surplus sebesar  1,2 miliar dollar AS untuk Indonesia.

Selama lima tahun terakhir (2010-2014) tren perdagangan kedua negara tercatat sebesar 4,1%. Nilai ekspor Indonesia ke Mesir pada periode Januari-Februari 2015 tercatat sebesar 209,25 juta dollar AS. Sementara nilai impor Indonesia tercatat sebesar 14,80 juta dollar AS, sehingga pada periode tersebut Indonesia surplus 194,44 juta dollar AS.

Produk ekspor utama Indonesia ke Mesir meliputi emas, kabel dan konduktor listrik, furnitur, bahan tekstil, pakaian jadi, buah segar, dan tembaga.

Hadir mendampingi Presiden Jokowi saat menerima kunjungan Presiden Mesir Abdel Fatah al-Sisi itu antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kapolri Jenderal  Badrodin Haiti.(her, sg, ram)

Upacara kenegaraan dihadiri sejumlah menteri kedua negara dan Pati TNI dan Polri


No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.