Truk Pengangkut Pelajar Terguling, 17 Tewas
![]() |
| Sejumlah warga turut membantu evakuasi Truk yang mengangkut Pelajar |
Tapteng, Laras Post - Kepolisian
Daerah Sumatera Utara, merinci data kecelakaan yang menewaskan 17 siswa di
Jalan Perkebunan PT Sinar Gunung Sawit Raya (SGSR) di Kecamatan Sirandorung,
Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut, Kamis sekitar pukul 06.30 Wib.
“Berdasarkan data yang kita terima, dari 17 korban meninggal
dunia, 11 di antaranya laki-laki dan 6 perempuan. Selain itu masih terdapat 5
orang yang terluka,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf
kepada wartawan, Kamis (28/5).
Para korban tewas yakni, Gabriel Laia (12), Villiana Laia (16), Rosalinda Manik (16), Risdawati Hutagalung (16), Boy Tinambunan (17), Indah Iinambunan (16), Upiana Laia (15), Bona Manik (14), Ariantinus Manalu (16), Arifianus Manalu (14), Agusman Delau (15), Ranto Manalu (16), Paulinus Tumanggor (15), Jones Hulu (13), Erwinto Naingolan (17), Purnama Sari (17) dan Viktor Delau (15).
Sedangkan, korban yang mengalami luka-luka yakni, Rika Andriyani (15) Roka Silalahi (16),
Delima (18), Marina Ginting (11), Melani Halawa (15), dan Richard Riadi Tamba (15).
Dijelaskan, saat kejadian truk mengangkut sekitar 30 siswa.
Mereka dalam perjalanan menuju sekolah menumpang truk yang kemudian mengalami
lepas ban hingga terbalik ke parit berlumpur sekitar 2,5 meter.
“Sejumlah langkah telah diambil terkait kejadian ini. Polri
telah membantu evakuasi. Seluruh jenazah sudah dibawa ke rumah duka,”
sambungnya.
Petugas juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara
(TKP). Sopir dan barang bukti sudah diamankan. “Sementara masih dalam
pemeriksaan penyidik laka lantas Polres Tapteng,” kata Kabid Humas Poldasu.
Dikabarkan, 17 siswa tewas setelah truk yang mengangkut
mereka untuk pergi sekolah terbalik ke parit berlumpur di Jalan Perkebunan PT
SGSR di Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut, Kamis sekitar
pukl 06.30 Wib. Selain korban tewas, 1 orang luka berat dan 4 lainnya luka
ringan.
Seluruh korban merupakan anak karyawan perkebunan yang ingin
berangkat sekolah di Manduamas. Kecelakaan itu terjadi saat ban depan kanan
dump truk BK 8912 EA yang dikemudikan Rahmadani lepas. Kendaraan besar itu pun
terguling hingga terbalik ke parit yang berlumpur dengan kedalaman 2,5 meter. (Tim)




Post a Comment