Header Ads


Panglima TNI: Cari Sampai Dapat Pelaku Pembunuhan Prajurit TNI

* Diduga Terkait Temukan 3 Ladang Ganja Dua Anggota Kodim 0103/Aceh Utara Tewas

Jakarta, Laras Post Online - Diduga Terkait temukan 3 ladang ganja serta narkotika jenis sabu-sabu dua Anggota Kodim 0103/Aceh Utara ditemukan tewas. Dua anggota Kodim 0103/Aceh Utara yang terbunuh itu, Sertu Indra dan Serda Hendri itu ditemukan tewas pada Selasa (26/3). Hal tersebut diungkapkan Panglima TNI Jenderal Moeldoko usai membuka acara 100 Experts Meeting di Mabes TNI Cilangkap, Senin (30/3/15)

Kedua anggota  TNI AD yang belakangan diketahui bertugas sebagai intelijen Kodim inilah yang menemukan tiga tempat lahan ganja serta narkotika jenis sabu-sabu.

"Mungkin mereka (pelaku) terganggu dengan itu penemuan ladang ganja oleh anggota TNI). Dan dilihat dari kejadian dua korban ditelanjangi dan ditembak, itu pesan yang jelas dan kami juga menegaskan kepada pelaku akan mencari sampai dapat dan tidak akan tinggal diam dan ini menjadi masalah serius," tambah Jenderal Moeldoko.

Menurut Moeldoko, penembakan yang diduga dilakukan kelompok separatis tersebut merupakan cara eksekusi yang sadis, mengingat dua anggotanya ditemukan dengan keadaan telanjang dan tubuh diciderai.

"Kami sedang indentifikasi pelaku itu bersama kepolisian, jelas kita akan cari sampai ketemu," katanya.

Selain itu pihaknya bersama anggota kepolisian terus mengejar pelaku pembunuhan dua anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 0103/Aceh Utara terseebut.

Lebih lanjut dikatakan Jenderal Moeldoko, pihaknya tidak akan tinggal diam dengan adanya peristiwa pembunuhan tersebut. Mantan KSAD ini mengaku, siap mengangkat senjata untuk memerangi kelompok aksi penembakan tersebut.

"Ini pesan yang jelas. Mereka memberikan pesan kepada kami, dan kami jugan akan memberikan pesan kepada mereka," katanya.

Dalam kasus ini,  dua personel intel Kodim 0103 Aceh Utara yaitu Sertu Indra dan Serda Hendri yang dilaporkan diculik oleh belasan pria bersenjata di pedalaman Alue Mbang, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. 

Penculikan terjadi Senin petang berdasarkan laporan dan tadi pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Kami juga menemukan keduanya sudah meninggal dunia.

Kedua intel naas tersebut diculik saat sedang melakukan tugas pengumpulan informasi tentang keberadaan kelompok sipil bersenjata Din Minimi di kawasan Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara.

Berdasarkan informasi beberapa saksi mata, kedua intel disergap oleh belasan anggota kelompok sipil yang bersenjata sekitar pukul 16.00 Wib. Penyergapan terjadi saat mereka baru keluar dari rumah Kepala Mukim Daud di Desa Alue Mbang. Baru beranjak sekitar 300 meter, mobil mereka dihadang.

Kedua intel tersebut lalu dibawa ke arah Desa Sidomulyo, Kecamatan Kuta Makmur. Sekitar pukul 17.30 Wib, ada warga setempat yang mengaku mendengar tiga kali suara letusan, mirip suara senjata api di sekitar Desa Alue Mbang.

Polisi dibantu masyarakat dan TNI telah menemukan sebuah mobil Toyota Kijang bernomor polisi BL 7270 GAR yang digunakan Indra dan Hendri. Mobil tersebut ditemukan di ujung jembatan, di semak-semak Desa Alue Papeun, Aceh Utara. (yan/sugih)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.