Header Ads


NetApp Membawa Data Backup Dan Pengarsipan Data Ke Cloud


Jakarta, Laras Post Online - Mengandalkan cloud sepenuhnya untuk backup dan pengarsipan data dianggap cukup beresiko. Hal tersebut disampaikan oleh NetApp yang memperkenalkan jajaran baru produk mereka yang mendukung arsitektur hybrid cloud sebagai model implementasi TI di kemudian hari.

NetApp merupakan perusahaan penyedia software, sistem, dan layanan penyimpanan data yang menjadi salah satu pemain besar di lingkup TI dunia, termasuk Indonesia. Dalam kesempatannya kemarin (9/3), Country Manager NetApp Indonesia Steven Law turut hadir memperkenalkan solusi-solusi dari NetApp yang memungkinkan pelanggan untuk membangun jalur yang aman untuk data dari on-premise ke layanan cloud.

Resiko itu selalu ada, demikian hal yang kerap diantisipasi oleh NetApp. Strategi pengelolaan data baru untuk mengedalikan data pelanggan, terutama ketika aset penting ini keluar dari tembok-tembok perusahaan.

Para pelanggan sekarang dapat memanfaatkan layanan cloud, seperti Amazon Web Services (AWS), untuk mengatasi tantangan backup, recovery, dan archive mereka. NetApp memperkenalkan tiga model baru dari solusi backup cloud-native, SteelStore, sebagai Amazon Machine Image (AMI), yang menyediakan pendekatan yang efisien dan aman untuk melakukan backup workload yang berbasis cloud.

Tak cukup sampai di situ, NetApp turut memberikan dukungan Amazon Simple Storage Service (Amazon S3) sebagai salah satu lapisan storage untuk StorageGRID Webscale mereka. StorageGRID Webscale merupakan solusi object storage dengan skalabilitas dan daya tahan yang tinggi untuk pengarsipan data jangka panjang.

Pembaruan dari OnCommand Cloud Manager juga diperkenalkan. Pelanggan kini bisa memanfaatkan software Cloud Manager dan software subscription dari Cloud ONTAP untuk mengelola replikasi data pelanggan NetApp ke cloud dengan satu aplikasi.

OnCommand Insight 7.1 mampu menghantarkan Storage Resource Management (SRM) terdepan di lingkup hybrid. Pelanggan dapat memastikan bahwa tingkat service level agreement terpenuhi dengan memonitor performa, mengelola kapasitas, mengidentifikasi kesempatan reklamasi, dan visibilitas biaya TI yang lebih luas. Software terbaru ini termasuk pengembangan fitur-fitur untuk brokering dan monitoring implementasi dan inovasi hybrid storage yang mengurangi biaya OPEX dan CAPEK storage dan meningkatkan perencanaan kapasitas. NetApp juga meningkatkan penggunaan melalui peningkatan fitur-fitur visualisasi data seperti widget, dashboard baru dan tambahan-tambahan data point. (maslim)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.