Header Ads


Para Ustadz dan Penyuluh Mendapat Pembinaan

Bekasi, Laras Post Oline – Pemerintah Kabupaten Bekasi, melalui Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra), melakukan pembinaan kepada para ustadz, Kasie Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan Penyuluh, pada Selasa (30/9/2014) di Aula KH. Noer Alie, Gedung Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Bupati Kabupaten Bekasi, dr. Hj. Neneng Hasanah Yasin dalam sambutannya, yang dibacakan Kepala Bagian Administrasi Kesra, H. Abdilah Majid, SH. MM mengatakan, khotbah bukan sekedar informasi yang disampaikan kepada jama’ah saja, melainkan memiliki berbagai fungsi yang mendasar untuk kelangsungan hidup masyarakat Islam. “Khotbah juga sebagai sarana sosialisasi dan motivasi masyarakat Islam untuk kembali pada tujuan kehidupan dengan pesan-pesan ketakwaan dilingkungannya,” jelasnya.
Menurut Bupati, khotbah dengan berbagai fungsinya, khotbah bukan hanya kegiatan rutinitas semata, akan tetapi juga sebagai ruh yang dapat membangkitkan semangat untuk meningkatkan ketakwaan dari waktu ke waktu.
Nara sumber yang dihadirkan pada kegiatan ini, dinilai sangat berbobot dan mengusai bidangnya masing-masing seperti, DR. Zaenal Abidin. M.Ag dan Prof. Mahmud dari Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Prof H Mahmud sangat menekankan bagi setiap Khotib untuk mengedepankan akhlak dalam berkhotbah adalah merupakan sebuah keniscayaan terutama dalam membnagun Ukhuwwah Islamiyyah dan Ukhuwwah Wathoniyyah. “Karena kalau mengedepankan faham tentu akan mempertajan perbedaan, namun kalau mengedepankan akhlak akan menghargai perbedaan,” jelas Prof H Mahmud.
Ia melanjutkan, setiap aktivitas tanpa ilmu (teori) tertolak  atau tidak sukses dan pernyataan ini berlaku untuk semua aktifitas, baik urusan ibadah maupun muamalah.
H Mahmud mencontohkan jika shalat dalam perjalanan, bagi orang yang tidak memiliki ilmu tentu mendapat kesulitan, kemudian perselisihan antara umat muslim, seringkali dipicu soal ilmu baik yang menyangkut ibadah maupun muamalah. “Ibarat kendaraan rusak tidak akan terselesaikan, jika tidak memiliki ilmu perbengkelan,” terangnya.
Dalam meningkatkan profesionalisme Khotib, H Mahmud memberikan beberapa tips diantaranya, Khotib memiliki keahlian khas melalui pendidikan, dikerjakan sepenuh hati bukan sambilan, memiliki teori yang universal, kepentingan umum dan pribadi dapat di bedakan, memiliki kecakapan analisis terhadap suatu peristiwa, memiliki otoritas dalam leadership, ada yang membutuhkan kehadiran Khotib. (EYP)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.