Atasi Pengangguran Sudin Nakertrans Jaktim Adakan JOB Fair 2014
| Suasana JOB Fair 2014. |
Jakarta, Laras Post Online - Dalam upaya menekan angka pengangguran, Sudin Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Jakarta Timur memiliki beberapa kiat. Salah satunya mengadakan job fair atau bursa tenaga kerja untuk menekan jumlah pengangguran yang tiap tahun kian meningkat.
Menurut Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sudin Nakertrans Jakarta Timur, Satwati Rahayu, job fair bertujuan untuk menjembatani antara para pencari kerja dengan pihak perusahaan. Diharapkan, dengan diadakannya kegiatan tersebut para pencari kerja mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan keahlian mereka.
Saat digelarnya job fair, para pencari kerja tinggal membawa persyaratan seperti kartu kuning atau kartu pencari kerja, surat lamaran, daftar riwayat hidup dan pas foto yang dibutuhkan. Pihak Sudin Nakertrans Jakarta Timur juga mempermudah syarat administrasi pencari kerja yang datang ke job fair seperti membuatkan kartu kuning secara gratis dan membuka stan interview.
Sudin Nakertrans Jakarta Timur sendiri sedikitnya telah mengadakan job fair sebanyak dua kali dalam setahun. Kegiatan ini melibatkan 600 perusahaan dengan harapan ada ribuan lowongan pekerjaan yang terserap.
“Selain melakukan job fair, untuk menekan angka pengangguran juga dilakukan pendataan lowongan kerja di perusahaan-perusahaan dan mengadakan pelatihan wirausaha,” kata Rahayu.
Terkait pelatihan wira usaha, menurutnya merupakan kegiatan rutin dengan tujuan menyiapkan tenaga kerja yang handal dan memiliki keterampilan. Pelatihan wirausaha yang dilakukan menurutnya meliputi, pelatihan teknik AC, steam motor, bordir dan pembuatan kue.
Rahayu mengatakan, walaupun pihaknya telah berupaya keras menekan jumlah pengangguran, namun faktanya angka kelulusan yang ada tidak sebandingnya dengan lapangan kerja yang tersedia. Berdasarkan data Sudin Nakertrans Jakarta Timur tahun 2013 tercatat ada sebanyak 136.936 angkatan kerja baru. Dari jumlah tersebut hanya 123.972 yang dapat diserap lapangan kerja, sedangkan sisanya sebanyak 12.964 masih berstatus penganggur.
“Dari data tersebut ada 12.964 orang yang belum bekerja, bahkan tahun ini diprediksi akan terus meningkat,” ujar Rahayu.
Menurutnya, jumlah lulusan angkatan kerja baru tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. “Kendala lainnya masalah tenaga kerja, yaitu bersifat take over atau keluar masuknya tenaga kerja dari satu perusahaan ke perusahaan lain karena sistem kontrak,” tukasnya. (maria)



Post a Comment