Perdalam Pengetahuan Mahasiswa Pertanahan Kunjungi BIG
Cibinong, Laras Post Online – Sejumlah lembaga atau kelompok dan universitas nasional, untuk mendapatkan pengetahuan terkait Informasi Geospasial (IG), kerap mengunjungi Badan Informasi Geospasial (BIG).
Mahasiswa Program Studi D3 Pertanahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP UNDIP) Semarang, Jawa tengah, sebanyak 61 mahasiswa dan 2 dosen pembimbing, pada Rabu (27/8/2014) melakukan kunjungan ke BIG.
Dosen pembimbing UNDIP, Susilo Utomo mengungkapkan, kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan terkait pemanfaatan teknologi dalam bidang pengukuran tanah.
Susilo menjelaskan, ini merupakan kunjungan pertama mahasiswa program study D3 FISIP UNDIP ke BIG. Melalui inisiasi ini diharapkan kunjungan akan terus dilaksanakan pada waktu yang akan datang.
Menurut Susilo, program Studi D3 Pertanahan UNDIP berada di FISIP karena pembelajarannya lebih mengarah ke bidang administrasi, terang Susilo. Namun dalam pelaksanaannya tetap tidak bisa lepas dari bidang pengukuran tanah. “Untuk praktiknya mahasiswa juga melakukan pengukuran di lapangan, meskipun memang tidak detail dan mendalam,” tegasnya.
Selama kunjungan peserta mendapatkan materi dari beberapa pusat teknis di BIG, yaitu Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim (PPRT), Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik (PPIT), dan Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial (PPPIG) BIG terkait bidangnya masing-masing.
Pada sesi tanya jawab peserta juga bertanya dengan antusias dan kebijakan one map menjadi perhatian mereka saat itu. One map policy adalah kebijakan pemerintah yang dicetuskan pertama kali oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2010. Kebijakan ini diimplementasikan dengan tujuan untuk menghasilkan satu data informasi geospasial yang andal dan dapat dipertanggungjawabkan.
One map policy itu terdiri atas 4 unsur, yaitu tersedianya satu referensi, satu standar, satu database, dan satu geoportal. Kebijakan itu dicetuskan agar tidak ada lagi peta yang tumpang tindih, sehingga proses pengambilan keputusan juga semakin akurat dan teralokasi sesuai kebutuhan rakyat Indonesia. Kebijakan satu peta ini tidak hanya menjadi tugas BIG, namun tugas bersama dengan berbagai K/L terkait yang tergabung dalam simpul jaringan. Karenanya kerja sama yang erat antar seluruh bagian sangat penting dalam mewujudkannya.
Selain menerima materi dari presentasi, peserta juga berkesempatan untuk mengunjungi beberapa ruangan di BIG, yaitu Geospatial Support Command Centre (GSCC), Data Centre BIG, dan Sentra Peta BIG.
Pada berbagai lokasi itu peserta mendapatkan materi dan berkesempatan juga untuk melihat berbagai ruangan yang digunakan untuk memroses data dan informasi geospasial di BIG. Semoga melalui kunjungan ini para mahasiswa akan semakin memahami tentang informasi geospasial dan pentingnya dalam kehidupan sehari-hari
Mahasiswa Undip itu, didampingi 2 dosen pembimbing yakni Susilo Utomo dan Wahid Abdulrahman, diterima Perwakilan Pusat Penelitian, Promosi, dan Kerja Ssama (PPPKS) diwakili oleh Sri Hartini di Aula BIG. (tim)




Post a Comment