Header Ads


Jokowi Resmi Mengundurkan Diri

Jakarta, Laras Post Onlin -  Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo telah mengirimkan surat pengunduran diri sebagai Gubernur DKI Jakarta kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.
Calon Presiden terpilih itu, kepada wartawan mengatakan, surat pengunduran dirinya  telah diserahkan Ketua DPRD sejak seminggu lalu dan akan dibahas setelah kelengkapan dewan dinyatakan lengkap. “Minggu yang lalu, sudah saya kirim. Itu baru bisa diparipurnakan kalau kelengkapan dewan sudah komplet,” ujarnya, Rabu (10/9/2014) di Balaikota.
DPRD DKI terpilih dari Fraksi PDIP, Prasetyo Edi Marsudi membenarkan jika surat pengunduran diri Jokowi sebagai Gubernur DKI sudah masuk ke legislatif. 
Ia menejelaskan, surat pengunduran diri Jokowi itu, akan disahkan setelah alat kelengkapan dewan dinyatakan lengkap dan pimpinan defenitif DPRD DKI dilantik secara resmi. “Prosesnya pembagian komisi dulu. Dari situ diserahkan ke paripurna, Mendagri, paripurna, baru masalah pengunduran diri,” terangnya.

Ahok Tetap Fokus
Sementara itu, dengan pengunduran diri Jokowi, maka Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara otomatis akan menempati posisi yang ditinggalkan Jokowi dan menjadi orang nomor satu di Jakarta.
Namun demikian, Ahok mengaku tidak terlalu terpengaruh dengan surat pengunduran diri Jokowi, dan ia memilih tetap fokus untuk membenahi segala persoalan, mulai dari kesehatan, infrastruktur, transportasi dan lainnya.
“Kalau kamu suruh saya pilih satu, saya pilih (bereskan) kesehatan. Makanya saya rapat dengan seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), saya mau jadikan seluruh RSUD ini jadi seperti konglomeratnya rumah sakit,” ujarnya, Kamis (11/9/2014) di Balaikota DKI Jakarta.
Menurutnya, dokter akan mendapat kesejahteraan lebih karena mendapat gaji yang tinggi. Bahkan, dirinya juga, akan merekrut dokter dari swasta untuk melayani warga ibu kota. Dengan kesejahteraan yang meningkat diharapkan para dokter akan melayani pasien dengan baik.
Selain itu, masyarakat juga akan dididik menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Mengingat program tersebut juga sudah diterapkan secara nasional.
“Harus mendidik orang untuk bisa beli BPJS mandiri. Jadi jangan sampai orang yang sombong datang ke kelas I, dipikir dia ada duit, ternyata di tengah jalan tidak ada duit. Jelas kasih tahu dia, kamu kalau tidak cukup duit beli BPJS deh,” tegasnya.
Pada bidang infrastruktur, Basuki akan menggenjot kinerja Dinas Pekerjaan Umum (PU). Mereka diberi tugas untuk membangun jalan inspeksi di ibu kota. Karena Jalan inspeksi selain dapat meminimalisir banjir, juga dapat mengurangi kemacetan. Selain itu, dirinya juga mengejar percepatan pembangunan enam ruas tol dalam kota. Basuki menargetkan pembangunan enam ruas tol oleh PT Jakarta Tollroad Development selesai sebelum pelaksanaan Asian Games 2018 mendatang.
Sementara pada bidang transportasi, ia akan memaksimalkan pengadaan unit bus Transjakarta. Sebab, sejak Transjakarta diluncurkan pertama kali pada tahun 2004 hanya memiliki sekitar 700 unit, 200 unit di antaranya tidak laik jalan. Padahal, idealnya jumlah bus Transjakarta mencapai 1.300 unit agar dapat maksimal melayani penumpang di 12 koridor yang ada. (maria)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.