DPK GAFATAR BANGKALAN TURUT MEMPERINGATI HUT PMI KE 69
Foto bersama Bung M. Fadil dan dr Edy memegang tabloid bersama staf PMI dan Anggota GAFATAR Bangkalan. (foto by Rudi)
Bangkalan, Laras Post Online- GAFATAR (bergerak di sosial budaya)
kembali melakukan aksi sosial kemanusiaan di HUT PMI ke 69 dalam tajuk
setetes darah untuk menolong 1000 nyawa manusia” (17/09)
Aksi sosial ini sangat di apresiasi oleh Unit PMI Bangkalan dr Edy
selaku pimpinan unit PMI Bangkalan. Gerakan ini dilakukan juga oleh
Ormas GAFATAR di 34 Propensi di seluruh Nusantara secara serempak dengan
harapan bisa berbagi cinta dan kasih antar sesama manusia, sebagaimana
sifat dari Tuhan Yang Maha Esa yaitu Rohman dan Rohimnya diberikan
kepada seluruh manusia di atas bumi ini.
GAFATAR tidak membawa atas nama Agama tertentu, Aliran apapun atau atas
nama Porpol manapun. Bahkan kami tidak akan mendirikan Parpol apapun di
bumi Nusantara sampai kapanpun. Pungkas ketua DPK GAFATAR Bangkalan, Bung M. Fadil.
Kami membawa nilai – nilai luhur budaya Nusantara sebagaimana termaktub
dalam Pancasila. Dengan harapan Pancasila menjadi Sakti kembali. Karena
hari ini Pancasila sedang sakit dan menangis sebagaimana Ibu Pertiwi
hari ini sedang bersedih melihat anak – anaknya saling bertengkar tanpa
peduli terhadap sesama, sehingga rasa kasih dan sayang antar sesama
mulai sirnah di dalam hati mereka. Oleh karena itu Bung Fadil berharap
besar terhadap gerakan ini dapat menjadi virus positif, agar masyarakat
Bangkalan khususnya dan Madura pada umumnya serta di seluruh Nusantara
dapat tergugah dari rasa solidaritas antar sesama, karena informasi dari
Ketua Unit PMI Bangkalan bahwa masyarakat Madura sangat kental terhadap
adat dan kultur yang sangat kuat terhadap tradisi dari nenek moyangnya,
bahwa; dengan memberikan darahnya sama dengan mengambil satu nyawanya
di dalam raga mereka.
Oleh karena itu, ini adalah PR buat GAFATAR dan PMI Bangkalan kedepan
agar dapat bekerjasama dalam hal sosialisasi dan edukasi kepada
masyarakat Madura. Bahwa sangatlah penting sekali darah yang kita miliki
bukanlah milik diri kita sendiri, melainkan di dalam darah kita ada
bagian darah yang harus kita bagikan kepada saudara kita yang
membutuhkannya. karena saat kita meninggalpun darah kita juga akan
melebur dengan tanah pertiwi. oleh karena itu daripada sia – sia maka
kita bagikan kepada mereka yang membutuhkan darah kami. Sekali lagi
Gerakan kami bukanlah pencitraan atau mencari nama, tetapi ini adalah
Gerakan moril dan kemanusiaan dengan harapan kami dapat mengaplikasikan
sifat Tuhan terhadap hambanya yatiu kasih dan sayang. sehingga sila ke 3
akan terwujud dengan nyata, yaitu dengan darah kami bangsa ini akan
terwujudnya persatuan Indonesia, dikarenakan ada rasa solidaritas sesama
manusia, bukan maksud mencerai berai atau terpecah belah, tetapi
Greakan kami ingin sekali menyatukan benang merah yang telah putus dan
kusut sejak penjajahan kolonial belanda dan itu di rasakan sampai
sekarang. Yang kami angkat dan junjung tinggi adalah pembukaan UUD’45
dan Pancasila, bukan atas nama Agama”. Tutup ketua DPK Gafatar Bangkalan.
Sekilas Sejarah PMI,
Kegiatan utamanya kala itu adalah membantu korban perang revolusi kemerdekaan Republik Indonesia dan pengembalian tawanan perang sekutu maupun Jepang.
Tugas Pokok PMI
Dalam melaksanakan tugasnya PMI mengacu pada pada tujuh prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Prinsip itu adalah Kemanusiaan, Kesukarelaan, Kenetralan, Kesamaan, Kemandirian, Kesatuan dan Kesemestaan
Tugas pokok PMI ada 4 antara lain:
- Kesiapsiagaan bantuan dan penanggulangan bencana
- Pelatihan pertolongan pertama untuk sukarelawan
- Pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat
- Pelayanan transfusi darah. Biasa kita kenal dengan istilah, donor darah.



Post a Comment