Proyek LRT Bakal Ganti Monorel
![]() |
| PLt. Gubernur DKI, Basuki Cahya Purnama. |
Jakarta, Laras Post - Proyek monorel di Jakarta terancam urung, lantaran Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, berencana mengganti dengan proyek baru Light Rapid Transit (LRT).
Basuki mengungkapkan, telah mendapatkan saran untuk segera mengganti proyek monorel dengan LRT saat ia melakukan pertemuan dengan pihak PT Mass Rapid Transit (MRT) dan PT Pembangunan Jaya.
Menurutnya, pertemuan tersebut awalnya ditujukan untuk membahas wacana pembangunan jalur monorel di seluruh Jakarta. Tapi pihak pengelola gedung malah mengusulkan untuk mengganti monorel dengan LRT yang saat ini digunakan Kuala Lumpur. “Tapi pihak pengelola gedung malah mengusulkan untuk mengganti monorel dengan LRT yang saat ini digunakan Kuala Lumpur,” jelas Basuki, Kamis (6/6) di Balaikota.
Ia mengungkapkan, merasa tertarik dengan usulan tersebut, sehingga dirinya meminta langsung kepada pengelola untuk mengkalkulasikan dana pembangunannya.
Rencana pembangunan moda transportasi kereta dengan daya angkut lebih kecil dari kereta pada umumnya itu pun akan dilakukan dengan menggunakan dana yang berasal dari pihak swasta. “Saya minta PT MRT dan Pembangunan Jaya mulai hitung. Kita sudah ketemu pihak swasta. Jadi kita kasih mereka hak udara, nanti mereka kasih uang buat pembangunannya,” ungkap mantan Bupati Belitung Timur itu.
Basuki menilai, jenis moda transportasi itu lebih ekonomis dan fleksibel. Sebab, moda transportasi ini mempunyai beberapa keunggulan yang tidak dipunyai monorel seperti daya fleksibilitas saat bermanuver dan dapat berhenti pada rute-rute pendek.
Menurutnya, jika nanti rencana pembangunan LRT ini bisa dilaksanakan, maka akan menghubungkannya dengan sektor perumahan, pusat perkantoran, perbelanjaan dan bandara.
Sementara untuk tarif angkutan itu sendiri, ia mengatakan setiap penumpang nantinya akan dikenakan biaya perjalanan sebesar Rp 20 ribu per hari. Sedangkan untuk berlangganan penumpang akan dikenakan tarif sebesar Rp 500 ribu per bulan. (maria)
Basuki mengungkapkan, telah mendapatkan saran untuk segera mengganti proyek monorel dengan LRT saat ia melakukan pertemuan dengan pihak PT Mass Rapid Transit (MRT) dan PT Pembangunan Jaya.
Menurutnya, pertemuan tersebut awalnya ditujukan untuk membahas wacana pembangunan jalur monorel di seluruh Jakarta. Tapi pihak pengelola gedung malah mengusulkan untuk mengganti monorel dengan LRT yang saat ini digunakan Kuala Lumpur. “Tapi pihak pengelola gedung malah mengusulkan untuk mengganti monorel dengan LRT yang saat ini digunakan Kuala Lumpur,” jelas Basuki, Kamis (6/6) di Balaikota.
Ia mengungkapkan, merasa tertarik dengan usulan tersebut, sehingga dirinya meminta langsung kepada pengelola untuk mengkalkulasikan dana pembangunannya.
Rencana pembangunan moda transportasi kereta dengan daya angkut lebih kecil dari kereta pada umumnya itu pun akan dilakukan dengan menggunakan dana yang berasal dari pihak swasta. “Saya minta PT MRT dan Pembangunan Jaya mulai hitung. Kita sudah ketemu pihak swasta. Jadi kita kasih mereka hak udara, nanti mereka kasih uang buat pembangunannya,” ungkap mantan Bupati Belitung Timur itu.
Basuki menilai, jenis moda transportasi itu lebih ekonomis dan fleksibel. Sebab, moda transportasi ini mempunyai beberapa keunggulan yang tidak dipunyai monorel seperti daya fleksibilitas saat bermanuver dan dapat berhenti pada rute-rute pendek.
Menurutnya, jika nanti rencana pembangunan LRT ini bisa dilaksanakan, maka akan menghubungkannya dengan sektor perumahan, pusat perkantoran, perbelanjaan dan bandara.
Sementara untuk tarif angkutan itu sendiri, ia mengatakan setiap penumpang nantinya akan dikenakan biaya perjalanan sebesar Rp 20 ribu per hari. Sedangkan untuk berlangganan penumpang akan dikenakan tarif sebesar Rp 500 ribu per bulan. (maria)




Post a Comment