Penghijauan Garis Sempadan Situ
![]() |
| Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko menegaskan, bahwa netralitas TNI dan seluruh Panglima aktif tetap terjaga. |
Depok, Laras Post Online - Dalam rangka meningkatkan kelestarian lingkungan, Pemerintah Kota Depok memasang patok di area situ wilayah Sawangan-Bojongsari. Pemasangan patok itu, guna mengantisipasi maraknya bangunan liar di bibir situ.
Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail mengatakan, masyarakat agar tidak sembarangan mendirikan bangunan di pinggir situ, tapi harus memperhatikan garis sempadan situ yang mencapai 50 meter dari bibir air. “Di area tersebut tidak boleh didirikan bangunan,” ujar Nur Mahmudi, Minggu (15/06/2014) di Depok.
Walikota juga menyebutkan, pada garis sempadan situ juga akan ditanami tanaman yang bermanfaat, sehingga situ memiliki manfaat menyangkut kelestarian lingkungan. Pemeliharaan situ dilakukan Pemkot Depok melalui kerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan pemerintah pusat agar dapat terus melakukan inventarisisasi situ termasuk batas-batasnya. Saat ini ada 23 situ yang ada di Kota Depok.
Ia mengungkapkan, di wilayah Depok hingga kini tidak ada situ yang hilang tetapi proses warga yang mencoba memanfaatkan melebihi garis sempadan. “Memang di tahun-tahun sebelumnya ada proses program ajudikasi yang membuat luasan situ mengalami pengurangan, ini yang kami terus koordinasikan, “ jelasnya.
Pemkot Depok saat ini terus berusaha untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tidak membangun di garis sempadan situ.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok, Kania Purwati mengatakan, keberadaan situ harus terus dijaga baik itu sempadannya maupun kelestariannya. Pihaknya mendukung upaya pelestarian situ, terutama dalam menjaga kualitas air dan daerah sempadan situ yang berfungsi sebagai penghijauan, sehingga situ merupakan daerah resapan air dan sekaligus sebagai daerah hijau.
Penanggulangan Banjir
Sebelumnya, Pemkot Depok bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane pemasangan bronjong dan karung pasir di situ, guna penanganan dan penanggulangan banjir. Selain itu Pemkot Depok juga telah membuat program menjadikan situ sebagai ekowisata yang menyediakan wifi dan penataan situ yang rapi, sehingga diminati masyarakat sebagai tempat rekreasi.
“Kami akan segera menentukan 3 lokasi utama yang akan siap untuk di konservasi pada tahun 2015. Kami menginginkan dan mempunyai rencana, sebaiknya dilakukan pendalaman setu, agar dapat menampung debit air yang lebih banyak, beberapa langkah untuk melestarikan situ dan membuat situ menjadi bersih adalah membersihkan keramba-keramba yang ada di situ se-Kota Depok,” kata Nur Mahmudi. (her)
Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail mengatakan, masyarakat agar tidak sembarangan mendirikan bangunan di pinggir situ, tapi harus memperhatikan garis sempadan situ yang mencapai 50 meter dari bibir air. “Di area tersebut tidak boleh didirikan bangunan,” ujar Nur Mahmudi, Minggu (15/06/2014) di Depok.
Walikota juga menyebutkan, pada garis sempadan situ juga akan ditanami tanaman yang bermanfaat, sehingga situ memiliki manfaat menyangkut kelestarian lingkungan. Pemeliharaan situ dilakukan Pemkot Depok melalui kerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan pemerintah pusat agar dapat terus melakukan inventarisisasi situ termasuk batas-batasnya. Saat ini ada 23 situ yang ada di Kota Depok.
Ia mengungkapkan, di wilayah Depok hingga kini tidak ada situ yang hilang tetapi proses warga yang mencoba memanfaatkan melebihi garis sempadan. “Memang di tahun-tahun sebelumnya ada proses program ajudikasi yang membuat luasan situ mengalami pengurangan, ini yang kami terus koordinasikan, “ jelasnya.
Pemkot Depok saat ini terus berusaha untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tidak membangun di garis sempadan situ.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok, Kania Purwati mengatakan, keberadaan situ harus terus dijaga baik itu sempadannya maupun kelestariannya. Pihaknya mendukung upaya pelestarian situ, terutama dalam menjaga kualitas air dan daerah sempadan situ yang berfungsi sebagai penghijauan, sehingga situ merupakan daerah resapan air dan sekaligus sebagai daerah hijau.
Penanggulangan Banjir
Sebelumnya, Pemkot Depok bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane pemasangan bronjong dan karung pasir di situ, guna penanganan dan penanggulangan banjir. Selain itu Pemkot Depok juga telah membuat program menjadikan situ sebagai ekowisata yang menyediakan wifi dan penataan situ yang rapi, sehingga diminati masyarakat sebagai tempat rekreasi.
“Kami akan segera menentukan 3 lokasi utama yang akan siap untuk di konservasi pada tahun 2015. Kami menginginkan dan mempunyai rencana, sebaiknya dilakukan pendalaman setu, agar dapat menampung debit air yang lebih banyak, beberapa langkah untuk melestarikan situ dan membuat situ menjadi bersih adalah membersihkan keramba-keramba yang ada di situ se-Kota Depok,” kata Nur Mahmudi. (her)




Post a Comment