PDAM Tirta Kahuripan Kab Bogor Berencana Naikan Tarif Dasar Air
Bogor, Laras Post Online - Rencana kenaikan Tarif Dasar Air (TDA) PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor membuat sejumlah pelanggan resah. Meski belum dipastikan kapan berlakunya, tapi kenaikan diperkirakan sebesar 28 persen dari tarif semula yang rata-rata 3.500 per meter kubik, sehingga akan cukup memberatkan pelanggan.
Rencana ini sudah disosialisasikan dengan memasang sejumlah sepanduk di loket pembayaran, diantaranya bersisi imbauan kepada pelanggan untuk menghemat air menyusul adanya penyesuaian tarif.
“Duh, semakin berat beban hidup. Sebentar lagi tahun ajaran baru dan datangnya bulan Suci Ramadhan. Artinya pengeluaran semakin membengkak sementara gaji suami tetap. Moga-moga rencana kenaikan setelah Lebaran, biar beban hidup agak ringan,” ucap Wardoyo, warga Perum Bojong Depok Baru II, Cibinong, kepada wartawan.
Reaksi sama dilontarkan Darmantak, warga Desa Cimandala, Kecamatan Cibinong yang mengatakan, selama ini pelayanan PDAM tidak banyak menemukan masalah. “Pelayanan oke. Yang menjadi masalah adanya rencana kenaikan tarif yang katanya akan diberlakukan mulai Juni,” ujarnya.
Dirut PDAM Tirta Kabupaten, Hadi Mulya Asmat ketika dikonfirmasi mengatakan, rencana kenaikan TDA ini dilakukan secara cermat dengan melibatkan masukan dari Pemerintah Kabupaten Bogor, DPRD, konsultan dan juga unsur masyarakat.
“Semula mereka yang dilibatkan itu mengusulkan kenaikan 30 - 37 persen, tapi hitung-hitungan kami hanya 28 persen dengan pertimbangan tidak memberatkan warga dan menyulitkan PDAM. Akhirnya angka ini disepakati dan disetujui,” katanya.
Menurutnya, rencana kenaikan ini menyusul sudah naiknya sejumlah bahan bakar produksi air yang seperti tarif dasar listrik dan Bahan Bakar Minyak (BBM), serta adanya kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bogor. “Bahkan, naiknya UMK juga mempengaruhi biaya produksi dan distribusi air,” ujarnya.
Kenaikan TDA ini, lanjutnya juga diimbangi dengan peningkatan pelayanan terhadap 149 ribu pelanggan sekaligus pengembangan penyambungan pelanggan baru. Dia menargetkan 2014 ini, akan menggaet 10.800 pelanggan baru dengan selesainya penyambungan saluran air di wilayah Bogor bagian Timur dan Barat.
Saat ini, lanjutnya, harga jual air buat pelanggan golongan rumah tangga sebesar Rp 3.500 per meter kubik. “Adanya kenaikan, maka harga jualnya menjadi Rp 4.725 per kubik,” tutupnya seraya menyebutkan berlakunya tarif baru ini belum dapat dipastikan. (david)
Rencana ini sudah disosialisasikan dengan memasang sejumlah sepanduk di loket pembayaran, diantaranya bersisi imbauan kepada pelanggan untuk menghemat air menyusul adanya penyesuaian tarif.
“Duh, semakin berat beban hidup. Sebentar lagi tahun ajaran baru dan datangnya bulan Suci Ramadhan. Artinya pengeluaran semakin membengkak sementara gaji suami tetap. Moga-moga rencana kenaikan setelah Lebaran, biar beban hidup agak ringan,” ucap Wardoyo, warga Perum Bojong Depok Baru II, Cibinong, kepada wartawan.
Reaksi sama dilontarkan Darmantak, warga Desa Cimandala, Kecamatan Cibinong yang mengatakan, selama ini pelayanan PDAM tidak banyak menemukan masalah. “Pelayanan oke. Yang menjadi masalah adanya rencana kenaikan tarif yang katanya akan diberlakukan mulai Juni,” ujarnya.
Dirut PDAM Tirta Kabupaten, Hadi Mulya Asmat ketika dikonfirmasi mengatakan, rencana kenaikan TDA ini dilakukan secara cermat dengan melibatkan masukan dari Pemerintah Kabupaten Bogor, DPRD, konsultan dan juga unsur masyarakat.
“Semula mereka yang dilibatkan itu mengusulkan kenaikan 30 - 37 persen, tapi hitung-hitungan kami hanya 28 persen dengan pertimbangan tidak memberatkan warga dan menyulitkan PDAM. Akhirnya angka ini disepakati dan disetujui,” katanya.
Menurutnya, rencana kenaikan ini menyusul sudah naiknya sejumlah bahan bakar produksi air yang seperti tarif dasar listrik dan Bahan Bakar Minyak (BBM), serta adanya kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bogor. “Bahkan, naiknya UMK juga mempengaruhi biaya produksi dan distribusi air,” ujarnya.
Kenaikan TDA ini, lanjutnya juga diimbangi dengan peningkatan pelayanan terhadap 149 ribu pelanggan sekaligus pengembangan penyambungan pelanggan baru. Dia menargetkan 2014 ini, akan menggaet 10.800 pelanggan baru dengan selesainya penyambungan saluran air di wilayah Bogor bagian Timur dan Barat.
Saat ini, lanjutnya, harga jual air buat pelanggan golongan rumah tangga sebesar Rp 3.500 per meter kubik. “Adanya kenaikan, maka harga jualnya menjadi Rp 4.725 per kubik,” tutupnya seraya menyebutkan berlakunya tarif baru ini belum dapat dipastikan. (david)




Post a Comment