Header Ads


Ketersediaan Lahan Industri Makin Terbatas

(HKI), Sanny Iskandar,
Jakarta, Laras Post Online - Ketersediaan lahan bagi kawasan industri di Kabupaten Bekasi semakin terbatas, sehingga menjadi kendala tersendiri bagi pelaku usaha industri.
Menteri Perindustrian, Mohamad S Hidayat mengatakan, menurunnya ketersediaan lahan dan peraturan menyangkut pembebasan lahan menjadi kendala tersendiri bagi pengembangan kawasan industri.
“Kepastian perolehan tanah juga isu penting. Dalam pengembangan kawasan industri tentu banyak kendala seperti penguasaan lahan, peraturan pertanahan yang belum kondusif, tingginya harga tanah, dan kurangnya infrastruktur,” ujar Hidayat pada Pembukaan Rakernas XVI Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Kamis (19/6/2014) di Jakarta.
Sebelumnya, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Sanny Iskandar, mengatakan, Semarang, Kabupaten Kendal dan sekitarnya (Jawa Tengah) dan Pasuruan, Sidoarjo, Gresik, Ngoro dan sekitarnya (Jawa Timur) punya potensi tak kalah besar untuk menjadi basis pertumbuhan kawasan industri yang melayani perusahaan Nasional dan Multi nasional.
Ia menjelaskan, perusahaan dengan jenis industri spesifik yang padat karya seperti industri makanan, minuman, dan consummer goods, akan membuka pabriknya di kawasan industri Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Mereka membuka pabrik baru sebagai bagian dari ekspansi bisnis dan ada juga perusahaan yang baru membuka pabrik di kawasan industri sesuai UU No 3 Tahun 2012 yang mengharuskan perusahaan mengoperasikan pabriknya di kawasan industri,” ujar Sanny beberapa waktu lalu.
Menurutnya, sekalipun secara umum pertumbuhan kawasan industri pada tahun 2014 mengalami penurunan dan lahan yang terserap pasar diperkirakan hanya 350 hektar. Namun kawasan industri di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur akan tumbuh pesat.
Ia menjelaskan, pertumbuhan kawasan indsutri di daerah tersebut, didorong oleh faktor tenaga kerja yang berlimpah dan juga upah mininum.  “Dua faktor tersebut menjadi pemicu diliriknya kawasan-kawasan industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur oleh perusahaan baru atau yang sudah beroperasi di Bekasi dan Cikarang namun ingin berekspansi atau bahkan merelokasi usahanya,” tegas Sanny.
Berdasarkan data HKI, penjualan selama kuartal 2014, telah terjual seluas 20 hektar lahan kawasan industri di Jawa Tengah dan 35 hektar lahan kawasan industri di Jawa Timur.
Lebih lanjut, Sanny menyatakan, pihaknya memperkirakan lahan kawasan industri yang terserap selama tahun 2014 ini, seluas 350 hektar. Jumlah itu sangat menurun jika dibanding tiga tahun terakhir.  Pada 2011 terserap 1.200 hektar, 2012 terserap 650 hektar dan 2013 terserap 450 hektar. (her)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.