Header Ads


Hasil Survey Capres Meragukan

* Ada Kesan Para Peretas Bermain


Hasil servey/polling sejumlah lembaga, termasuk yang dilakukan Laras Post menunjukkan elektabilitas kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden (Capres) Prabowo - Hatta dan Jokowi - JK mengalami peningkatan dan saling susul menyusul.

Jakarta, Laras Post Online - Sejumlah kalangan meragukan hasil survey sesuai dengan realitas suara pemilih. Pasalnya, rekayasa dan manipulasi terhadap survey begitu mudah dilakukan, terlebih survey hanya dilakukan terhadap sebagian kecil pemilih sehingga tidak dapat merepresentasikan suara pemilih sebenarnya.
Ketua DPW National Corruption Watch (NCW) DKI Jakarta, C. Herry SL termasuk salah satu pihak yang meragukan hasil survey. Menurutnya, survey hanya menggambarkan sebagian kecil suara pemilih, sehingga tidak dapat dijadikan sebagai tolok ukur tingginya elektabilitas salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden. 
“Survey sangat mudah untuk direkayasa dan tergantung pada kreatifitas pendukung pasangan Capres, jika pendukung pasangan Capres lebih kreatif untuk sering mengikuti survey maka pasangan yang didukungnya akan mendapat angka yang tinggi,” ujarnya, Minggu (8/6/2014) di Cipayung Jakarta.
Hal senada diungkapkan, anggota timses Prabowo-Hatta yang juga Sekjen PPP Romahurmuziy, menurutnya, hasil survey tidak bisa dikatakan mewakili rakyat. “Itu yang disurvei berapa kabupaten? Negara kita ini punya ratusan kabupaten. Betulin dulu itu metodologinya. Jadi, jangan masuk jadi sampah, keluar juga sampah," ujarnya, Kamis (5/6/2014) di Jakarta.
Ia mencontohkan, pada Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April lalu, sejumlah hasil survei tidak sesuai dengan hasil penghitungan suara. "Disebut partai Islam bakal mati suaranya. Terus PDIP dapat lebih dari 25 persen. Nyatanya bagaimana? Ini masyarakat yang nentuinlah," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya (Golkar) Idrus Marham mengaku optimistis duet Prabowo- Hatta akan ’memetik’ kemenangan di pilpres 9 Juli nanti. Pendapat soal pasangan yang diusung koalisi Partai Gerindra, PPP, PKB, PKS, PAN, Partai Golkar dan PBB itu tak kuat di Indonesia bagian timur dibantah Idrus.
Menurutnya, saat ini isu primordial tidak terlalu dominan. Di kubu Prabowo-Hatta sendiri juga ada sejumlah tokoh yang mewakili Indonesia timur. ”Saya orang Sulawesi Selatan, Anis Matta juga, George Toisutta, dari timur juga,” kata Idrus. 
Idrus mengklaim di beberapa lembaga survei pihaknya sudah unggul. Idrus tak menjelaskan lebih lanjut ketika ditanya survei- survei manakah yang menunjukkan kemenangan untuk Prabowo-Hatta itu. 
Dirinya hanya memberikan penilaian terhadap realita lembaga survei di Indonesia. ”Susahnya, lembaga survei di Indonesia itu beda-beda semua,” imbuhnya.
Menurutnya, publik seharusnya lebih membuka mata terhadap survei-survei yang menunjukkan kemenangan Prabowo-Hatta. Selama ini media massa hanya memuat survei yang menunjukkan kemenangan Jokowi-JK. ”Mustinya ambil standar survei yang kita menang dong,” harapnya. 

Butuh Pemimpin Tegas
C Herry SL mengatakan, Indonesia dengan berbagai persoalan yang cukup krusial membutuhkan sosok pemimpin yang tegas, disiplin dan memiliki komitmen tinggi terhadap perekonomian kerakyatan. “Saya pikir sosok itu, ada pada pasangan Prabowo – Hatta,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi Indonesia, pada initinya bertumpu pada tidak terjaganya iklim yang kondusif untuk berbagai kegiatan usaha dan investasi, hal ini dipicu oleh kondisi keamanan dan ketertiban yang relatif tidak terjaga serta pelayanan birokrasi yang masih jauh dari harapan pelaku usaha dan investor.
Aktivis dan pemilik media Laras Post ini menjelaskan, pemimpin kedepan harus mampu meningkatkan situasi keamanan dan ketertiban. “Berbagai program dan kebijakan pemerintah jika tidak didukung oleh faktor keamanan dan ketertiban, maka akan sulit untuk memenuhi sasaran sesuai target, terlebih dunia usaha,” terangnya.
Lebih lanjut ia menyatakan, pelayanan birokrasi juga menjadi persoalan penting yang harus dapat dibenahi oleh pemimpin bangsa ini kedepan. “Pelayanan birokrasi yang mudah murah bagi pelaku usaha, hingga saat ini belum dapat diwujudkan oleh pemerintah dan hanya sebatas slogan. Pelaku usaha dan investor kerap mengeluhkan birokrasi perijinan yang berbelit dan berbiaya tinggi,” ujarnya.

Hasil Survey
Sementara itu, hasil survey sejumlah lembaga menunjukkan pasangan Capres Jokowi – JK mengungguli pasangan Prabowo – Hatta, diantaranya hasil survey sementara yang dilakukan Laras Post.

Ketua Pelaksana Survey Capres Laras Post, Sugih mengungkapkan, untuk sementara hasil survey Laras Post menunjukkan, pasangan Prabowo – Hatta mendapat suara 30 % dan Jokowi - JK mendapat 70 %.
Sugih menjelaskan, pihaknya melakukan survey pasangan Capres menyebarkan tautan link Poling Capres via media sosial seperti facebook, twitter, blog dan beberapa website LSM dan Media Online. “Perolehan ini masih bersifat sementara karena survey masih akan berlanjut hingga 4 Juli mendatang. Keadaan bisa saja terbalik karena setiap saat terjadi perubahan. Saat ini survey diikuti oleh  63.721 responden dan kami berharap para peretas (hecker) tidak mengganggu berjalannya poling ini,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan, pihaknya melakukan survey secara mandiri dan independent, tanpa ada unsur politis dan pengaruh dari salah satu pasangan Capres. “Kami professional dan independent karena tidak memiliki ikatan dengan salah satu pasangan Capres. Namun tidak dapat kami pungkiri jika hasil survey kemungkinan berbeda dengan hasil perolehan suara rill pada Pileg 9 Juli nanti,” tuturnya. 
Sedangkan, Populi Center pada Rabu (4/6/2014) menyatakan pasangan Jokowi-JK meraih 47,5 persen atau unggul dari Prabowo-Hatta yang hanya 36,9 persen. Hasil tak jauh beda juga ditunjukkan survei Soegeng Sarjadi School of Government (SSSG). Dari hasil survei SSSG elektabilitas duet Jokowi-JK mencapai 42,65 persen, sementara Prabowo-Hatta hanya 28,35 persen.
Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan pasangan Prabowo-Hatta akan memenangi suara di wilayah DKI Jakarta dan Banten. Sedangkan pasangan Jokowi- JK akan mengalahkan suara Prabowo-Hatta di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Selawesi Selatan, dan Jawa Barat yang dianggap sebagai wilayah teritori strategis dari 33 provinsi yang ada di Indonesia.
Berdasarkan hasil survei yang dirilis Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) menyangkut tingkat elektabilitas Capres, elektabilitas Prabowo-Hatta mengungguli Jokowi -JK. Prabowo-Hatta mendapat perolehan suara 44,9 %, duet Jokowi-Jusuf Kalla 40,1 %, sedangkan responden yang menjawab tidak tahu masih ada sebesar 15%. (tim)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.