Grebeg Pancasila Untuk Hayati dan Amalkan Nilai-Nilai Pancasila Blitar,
![]() |
| Ilustrasi |
Laras Post Online - Dalam memperingati hari lahir Pancasila pada 1 Juni, sudah menjadi tradisi setiap tahun di Kota Blitar selalu digelar upacara budaya Grebeg Pancasila. Pada tahun 2014 ini selain upacara budaya, juga diisi dengan ritus Bedolan Pusoko dan kirab Gunungan Limo serta Kenduri Pancasila.
Mantan Ketua DPRD Kota Blitar, Islan Gatot Imbata mengatakan, kegiatan untuk memperingati hari lahirnya Pancasila yang digagas Bung Karno itu, perlu dilaksanakan setiap tahun sehingga Pancasila sebagai idiologi bangsa tidak dilupakan. “Bukan sekedar gebyar peringatan saja, menghayati dan mengamalkan isi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari merupakan hal yang terpenting demi kebaikan dan keutuhan bangsa dan negara,” ujarnya.
Pelatih Bregodo pembawa gunungan dan simbul garuda, Redy Wisono menilai, rangkaian kegiatan Grebeg Pancasila di Kota Blitar sukses dilaksanakan, termasuk kesuksesan para Bregodo dalam menjalankan tugasnya. Baik pembawa garuda besar simbol dari tanggal 1, garuda sedang yang jumlahnya 6 simbol bulan Juni dan garuda yang kecil yang jumlahnya 45 simbol dari tahun 1945, ditambah dengan gunungan-gunungan yang menunjukan sila-sila Pancasila dengan jumlah 5 gunungan serta pasukan Tri Sakti yang membawa tameng dan tombak yang menunjukan dari ajaran Bung Karno Tri Sakti.
Redy menambahkan, secara umum petugas Bregodo yang dilibatkan sekitar 135 sampai 145 anak termasuk cadangan. Menurutnya, untuk tahun ini lebih semarak dan istimewa. Karena tahun ini jumlah pelajar yang dilibatkan lebih banyak, seperti pembawa simbul-simbul.
Sebagai petugas Bregodo, tahun ini melibatkan pelajar SMK Negeri 1. Sebelum bertugas, efektif latihan sekitar lima kali. Latihan dipusatkan di halaman Pemkot Blitar dan Alun-Alun. Dalam pemilihannya bekerjasama dengan SMK Negeri 1 untuk memilih anak-anak yang biasa olahraga sehingga fisiknya kuat. Pihaknya berharap, dengan Grebeg Pancasila yang sudah 14 kali sukses dilaksanakan di Kota Blitar, nilai-nilai yang ada di Pancasila senantiasa di maknai dan dihayati masyarakat, khususnya para generasi muda.
Prosesi bedolan pusoko dilaksanakan di rumah dinas Walikota Blitar yang dilanjutkan dengan kirab dan pawai lampion menuju Kantor Walikota Blitar pada malam sebelum upacara budaya Grebeg Pancasila. Sementara itu, untuk Kirab Gunungan Limo dilaksanakan dari Alun–Alun setelah upacara budaya Grebeg Pancasila menuju Makam Bung Karno dan diakhiri dengan Kenduri Pancasila.
Peringatan Gereg Pancasila mendapat respon positif dari semua kalangan, baik dari SKPD, lembaga sekolah maupun masyarakat. Antusiasme terlihat dari banyaknya peserta dan penonton festival lentera maupun pada perlombaan tumpeng dan gunungan serta rangkaian kegiatan yang lain.
Ribuan masyarakat yang menyaksikan rangkaian kegiatan Grebeg Pancasila, seperti pawai lampion dan kirab budaya, tidak hanya masyarakat Kota Blitar saja, namun juga masyarakat dari daerah lain, termasuk wisatawan yang berkunjung di Kota Blitar. (idr)
Mantan Ketua DPRD Kota Blitar, Islan Gatot Imbata mengatakan, kegiatan untuk memperingati hari lahirnya Pancasila yang digagas Bung Karno itu, perlu dilaksanakan setiap tahun sehingga Pancasila sebagai idiologi bangsa tidak dilupakan. “Bukan sekedar gebyar peringatan saja, menghayati dan mengamalkan isi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari merupakan hal yang terpenting demi kebaikan dan keutuhan bangsa dan negara,” ujarnya.
Pelatih Bregodo pembawa gunungan dan simbul garuda, Redy Wisono menilai, rangkaian kegiatan Grebeg Pancasila di Kota Blitar sukses dilaksanakan, termasuk kesuksesan para Bregodo dalam menjalankan tugasnya. Baik pembawa garuda besar simbol dari tanggal 1, garuda sedang yang jumlahnya 6 simbol bulan Juni dan garuda yang kecil yang jumlahnya 45 simbol dari tahun 1945, ditambah dengan gunungan-gunungan yang menunjukan sila-sila Pancasila dengan jumlah 5 gunungan serta pasukan Tri Sakti yang membawa tameng dan tombak yang menunjukan dari ajaran Bung Karno Tri Sakti.
Redy menambahkan, secara umum petugas Bregodo yang dilibatkan sekitar 135 sampai 145 anak termasuk cadangan. Menurutnya, untuk tahun ini lebih semarak dan istimewa. Karena tahun ini jumlah pelajar yang dilibatkan lebih banyak, seperti pembawa simbul-simbul.
Sebagai petugas Bregodo, tahun ini melibatkan pelajar SMK Negeri 1. Sebelum bertugas, efektif latihan sekitar lima kali. Latihan dipusatkan di halaman Pemkot Blitar dan Alun-Alun. Dalam pemilihannya bekerjasama dengan SMK Negeri 1 untuk memilih anak-anak yang biasa olahraga sehingga fisiknya kuat. Pihaknya berharap, dengan Grebeg Pancasila yang sudah 14 kali sukses dilaksanakan di Kota Blitar, nilai-nilai yang ada di Pancasila senantiasa di maknai dan dihayati masyarakat, khususnya para generasi muda.
Prosesi bedolan pusoko dilaksanakan di rumah dinas Walikota Blitar yang dilanjutkan dengan kirab dan pawai lampion menuju Kantor Walikota Blitar pada malam sebelum upacara budaya Grebeg Pancasila. Sementara itu, untuk Kirab Gunungan Limo dilaksanakan dari Alun–Alun setelah upacara budaya Grebeg Pancasila menuju Makam Bung Karno dan diakhiri dengan Kenduri Pancasila.
Peringatan Gereg Pancasila mendapat respon positif dari semua kalangan, baik dari SKPD, lembaga sekolah maupun masyarakat. Antusiasme terlihat dari banyaknya peserta dan penonton festival lentera maupun pada perlombaan tumpeng dan gunungan serta rangkaian kegiatan yang lain.
Ribuan masyarakat yang menyaksikan rangkaian kegiatan Grebeg Pancasila, seperti pawai lampion dan kirab budaya, tidak hanya masyarakat Kota Blitar saja, namun juga masyarakat dari daerah lain, termasuk wisatawan yang berkunjung di Kota Blitar. (idr)




Post a Comment