DKI Akan Bangun Kawasan Terminal Transportasi Terpadu
![]() |
| Walikota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono |
Jakarta, Laras Post Online - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membangun kawasan terminal transportasi terpadu di kawasan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Rencana pembangunan terminal yang akan dilengkapi dengan bandar udara (bandara) dan pelabuhan internasional itu, sudah masuk ke meja Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Walikota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono, mengatakan, pembangunan kawasan terminal transportasi terpadu tersebut akan dilakukan dengan memanfaatkan tanah atau kawasan yang meliputi rawa namun kosong. Nantinya, lahan tersebut akan dikeringkan (reklamasi). “Konsepnya bagus kok, kita reklamasi,” ucap Heru, Jumat (6/6) di Jakarta.
Perkembangan ekonomi di masa mendatang, kata Heru, akan sangat besar sehingga diyakini Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, tidak lagi mencukupi kebutuhan penerbangan di Jakarta dan sekitarnya. Ke depan, pemerintah daerah juga tidak bisa hanya mengandalkan pendapatan daerah yang bersifat konsepsional seperti saat ini. “Tidak bisa hanya mengandalkan dari hasil kendaraan bermotor, atau restoran saja,” kata Heru.
Dikatakan Heru, pembangunan kawasan terminal transportasi terpadu dengan luas 200 hektare tersebut nantinya bisa dimanfaatkan warga DKI Jakarta dan sekitarnya dalam bidang penerbangan. Dengan demikian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan semakin bertambah.
“Bandara Soekarno tidak berada di Jakarta, maka jika nanti ada Bandara si Pitung itu akan menjadi PAD buat kami,” terangnya.
Dengan adanya kawasan terminal transportasi terpadu, tambah Heru, akan menyerap banyak tenaga kerja. Terlebih, saat ini pemerintah sudah harus mempersiapkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. “Nantinya itu, masyarakat akan mendapatkan lapangan pekerjaan, karena disana akan ada lebih dari seribu lapangan pekerjaan,” tandas Heru. (tuty)
Walikota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono, mengatakan, pembangunan kawasan terminal transportasi terpadu tersebut akan dilakukan dengan memanfaatkan tanah atau kawasan yang meliputi rawa namun kosong. Nantinya, lahan tersebut akan dikeringkan (reklamasi). “Konsepnya bagus kok, kita reklamasi,” ucap Heru, Jumat (6/6) di Jakarta.
Perkembangan ekonomi di masa mendatang, kata Heru, akan sangat besar sehingga diyakini Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, tidak lagi mencukupi kebutuhan penerbangan di Jakarta dan sekitarnya. Ke depan, pemerintah daerah juga tidak bisa hanya mengandalkan pendapatan daerah yang bersifat konsepsional seperti saat ini. “Tidak bisa hanya mengandalkan dari hasil kendaraan bermotor, atau restoran saja,” kata Heru.
Dikatakan Heru, pembangunan kawasan terminal transportasi terpadu dengan luas 200 hektare tersebut nantinya bisa dimanfaatkan warga DKI Jakarta dan sekitarnya dalam bidang penerbangan. Dengan demikian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan semakin bertambah.
“Bandara Soekarno tidak berada di Jakarta, maka jika nanti ada Bandara si Pitung itu akan menjadi PAD buat kami,” terangnya.
Dengan adanya kawasan terminal transportasi terpadu, tambah Heru, akan menyerap banyak tenaga kerja. Terlebih, saat ini pemerintah sudah harus mempersiapkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. “Nantinya itu, masyarakat akan mendapatkan lapangan pekerjaan, karena disana akan ada lebih dari seribu lapangan pekerjaan,” tandas Heru. (tuty)




Post a Comment