Header Ads


SENGKETA SMK PGRI 3 BERUJUNG PENYEGELAN

Malang,Laras Post Online  - Perseteruan antara pendiri dan pemilik lahan SMK PGRI 3 Malang,dengan Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan (PPLP) Dasar Menengah (Dasmen) PGRI Jawa Timur (Jatim), akhirnya benar-benar meletus. Minggu (27/4) 12 pendiri sekolah yang ada di jalan Raya Tlogomas IX Nomor 29 Malang,datang dan langsung menyegel sekolah.Mereka mengelas pagar dan memasang besi di pintu masuk.
Selain itu, aksi segel yang dimulai pukul 06.05 tersebut, juga memasang beberapa banner terkait permasalahan itu, diantaranya bertuliskan, “Sudah 26,5 tahun kita telah terbukti dan teruji mengelola SMK PGRI 3 secara profesional, berkualitas dan bertanggungjawab. Jangan mengkhianati masyarakat pengguna sekolah,’’
 ‘’Kita sangat sadar,semua guru dan karyawan SMK PGRI 3 adalah teman sejawat. Mari kita kembalikan pengelolaan sekolah secara profesional seperti sediakala.Jangan mengkhianati masyarakat pengguna sekolah’’ dan ‘’Gedung ini dikuasai oleh pendiri SMK PGRI 3 Malang sebagai pemilik. Dilarang masuk tanpa izin pendiri.’’
‘’Kami juga memasang tulisan: Jangan resah bagi seluruh orang tua atau wali siswa yang putra dan putrinya akan naik kelas XI dan XII.Dipersilahkan tetap menempati dan menggunakan tanah dan bangunan ini sampai selesai’’tutur Beskinur kepada awak media.

Dosen Teknik Polinema Malang, Beskinur mengatakan, penyegelan dilakukan berdasarkan surat pemberitahuan yang dikirimkannya kepada sekolah, tiga bulan lalu.
Tiga bulan lalu kan sudah kami kirimkan surat pemberitahuan untuk mengambil aset kami, karena PLLP PGRI Dasmen Jatim mengambil alih pengelolaan tanpa prosedural.Kami merasa penyegelan ini juga tidak melanggar hukum karena kita memiliki sertifikat lahan dan gedung ini,” ungkapnya.
Dia menegaskan,penyegelan tersebut,bukan berarti menutup SMK PGRI 3 Malang. “Tapi kita hanya mengambil hak kita.Mereka sudah kami ingatkan untuk menyelesaikan dengan baik, namun mereka tidak mau menyelesaikan,” terangnya.
Beskinur, juga mengatakan, pihaknya akan mengambil jalur hukum apabila proses mediasi tidak ada titik temu.
Pendiri lainnya,Epi Wardi, menambhkan, pihaknya tidak ingin mencederai kerjasama yang dilakukan dengan PPLP PGRI Dasmen Jatim.Namun mereka tidak menanggapi sama sekali. Bahkan, ketika kita ke Diknas Kota Malang, malah kita yang disuruh mengalah,” ungkapnya.
Ditegaskan, sejak sekolah didirikan, tidak ada uang sekolah sepeserpun yang digunakan oleh para pendiri. “Secara formal,boleh mereka mengatakan SMK PGRI 3 adalah miliknya.Tapi secara materil, gedung dan lahan ini milik para pendiri,”  tegasnya.
Beskinur yang juga pernah menjabat selaku Kepala SMK PGRI 3 selama 4 periode atau 16 tahun mengatakan, bahwa semasa kepimpinannya,tidak ada masalah dan sekarang sudah maju dan berkembang, para pendiri malah hendak disingkirkan.
Sementara itu, Kepala SMK PGRI 3 Malang, M. Lukman Hakim mengaku, pihaknya hanya tergantung kepada PPLP PGRI Dasmen Jatim untuk menyelesaikan perkara ini.Saya sudah diminta untuk melapor ke PPLP PGRI Dasmen Jatim bila terjadi sesuatu. Namun demikian,saya juga menyesalkan tindakan penyegelan ini. Apalagi membawa preman segala. Kita merasa tidak nyaman, ini negara hukum,” urainya.
Lukman, mengakui, bila sebulan lalu, pihak Diknas Kota Malang sudah berusaha memediasi. “Yang saya dengar, para pendiri tetap ngotot untuk menguasai dan mengelola sekolah. Zubaedah (Kadiknas Kota Malang - red) juga sudah berpesan agar sekolah tetap melanjutkan proses belajar mengajar meskipun ada permasalahan,” paparnya.
Kadiknas Kota Malang, Zubaedah ketika dikonfirmasi, melalui telepon seluler mengaku sedang berada di luar kota. “Maaf, saya ada tugas di luar kota’’ ujarnya.
Sedangkan pengacara PPLP PGRI Dasmen Jatim, Ir.Wahyudi.SH mengaku, tidak tahu penyegelan tersebut. “Apanya yang disegel? Kata siapa?’’ tutupnya.
Sempat terjadi ketegangan ketika Beskinur dan beberapa pendiri hendak pergi dari dalam sekolah, karena diminta melakukan mediasi di Polres Malang Kota, beberapa karyawan sekolah memancing emosinya karena mencabut satu banner yang berada di atas pagar samping sekolah.

Katanya tidak mau tahu,kok kelakuannya seperti itu,’’ ujarnya sambil marah kepada beberapa karyawan sekolah. Melihat Beskinur marah, beberapa karyawan sekolah ikut berteriak emosi. Untungnya, keributan ini dilerai oleh Kasatintel Polres Malang Kota, AKP Imam Solikin dan anggota Polsekta Lowokwaru.(gus)    

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.