Header Ads


Penyaluran Raskin Bagai Buah Simalakama

kualitas beras raskin rendah
Bekasi, Laras Post Online - Penyaluran beras untuk rakyat miskin atau raskin sudah menjadi kebijakan nasional. Tak terkecuali Kabupaten Bekasi sekalipun merupakan daerah kawasan industry masih menerima raskin untuk 92.293 Rumah Tangga Miskin (RTS) dengan jumlah raskin sekitar 1.384.395 Kg .
Namun pembangian beras raskin di lapangan tidak sesuai dengan kenyataan, sekalipun jumlah RTS 92.293 tetapi yang menerima bisa lebih dari itu, dengan cara pembagian dibuat merata oleh ketua RT masing-masing agar semua kebagian. Bukan hanya itu saja, harga yang semula ditetapkan Rp.1.600 per Kg, akan berubah pada saat di lapangan bisa mencapai Rp.2.000 lebih per Kg.
Salah seorang pegawai Bagian Perekonomian Pemerintah Kabu­paten Bekasi meng­ungkapkan, pihaknya telah mengusulkan kepada bupati, agar ada pendamping dalam penyaluran raskin, karena kenyataannya di lapangan dana tersebut sangat dibutuhkan. Namun hingga kini belum ada tanggapan.
Ia menyebutkan, tidak adanya dana pendamping dalam penyaluran raskin, membuat sebagian desa enggan untuk menerima raskin, namun di satu sisi masyarakat juga membutuhkan bantuan beras murah dari pemerintah. ”Memang seperti buah simalakama. Kalau tidak dinaikan akan kesulitan mencari anggaran oprasional, namun jika dinaikan takut menjadi temuan dikemudian hari dan berdampak pada pelanggaran hukum,” ujar pegawai Bagian Ekonomi yang tidak ingin di sebutkan namanya.
Disinggung mengenai kulaitas raskin yang rendah, Ia menyatakan bahwa jika memang didapati kulaitas beras yang sangat rendah, maka sebaiknya ditolak, karena kalau sudah diterima oleh masyarakat sangat sulit untuk pembagiannya.
Sumber juga menambahkan, jika belum ada pembayaran terlebih dahulu, maka raskin tidak akan dikirim dan mengenai penyerapan harus seratus persen. (EYP)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.