Wakapolri Baru Hadapi Tantangan Lebih Berat
![]() |
| Komisaris Jenderal Pol Badrodin Haiti, Wakil Kepala Polri. |
Jakarta, Laras Post Online – Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komisaris Jenderal Pol Badrodin Haiti menggantikan posisi Komisaris Jenderal Pol Oegroseno sebagai Wakil Kepala Polri. Pengganti Oegroseno ini diyakini akan menghadapi tantangan yang lebih berat.
Oegroseno akan memasuki masa pensiun pada akhir Februari 2014.
“Jadinya Pak Badrodin Haiti (Wakapolri),” kata Sutarman di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (28/2/2014).
Sutarman tak berkomentar banyak saat ditanya pertimbangan penunjukkan Badrodin sebagai Wakapolri. Ia hanya menyebut bahwa lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1985 itu merupakan jenderal bintang tiga terbaik diantara yang lain.
“Ada Pak Budi Gunawan (Kepala Lembaga Pendidikan Polri), ada Pak Anton Bachrul (Inspektur Pengawasan Umum), jadi pertimbangan tentu digunakan dan itu yang terbaik,” katanya.
Meski jabatan Kabaharkam akan diisi perwira tinggi yang baru, Sutarman memastikan bahwa koordinasi pengamanan pemilu akan tetap berjalan baik. Selain menjabat Kabaharkam Polri, Badrodin juga menjadi Kepala Operasi Mantap Brata 2014 yang bertanggungjawab terhadap seluruh pengamanan Pemilu 2014.
“Suatu organisasi itu kalau sistem sudah jalan, walaupun pimpinannya bergeser, atau diganti tapi sistem itu akan berjalan,” katanya
Oegroseno akan memasuki masa pensiun pada akhir Februari 2014.
“Jadinya Pak Badrodin Haiti (Wakapolri),” kata Sutarman di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (28/2/2014).
Sutarman tak berkomentar banyak saat ditanya pertimbangan penunjukkan Badrodin sebagai Wakapolri. Ia hanya menyebut bahwa lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1985 itu merupakan jenderal bintang tiga terbaik diantara yang lain.
“Ada Pak Budi Gunawan (Kepala Lembaga Pendidikan Polri), ada Pak Anton Bachrul (Inspektur Pengawasan Umum), jadi pertimbangan tentu digunakan dan itu yang terbaik,” katanya.
Meski jabatan Kabaharkam akan diisi perwira tinggi yang baru, Sutarman memastikan bahwa koordinasi pengamanan pemilu akan tetap berjalan baik. Selain menjabat Kabaharkam Polri, Badrodin juga menjadi Kepala Operasi Mantap Brata 2014 yang bertanggungjawab terhadap seluruh pengamanan Pemilu 2014.
“Suatu organisasi itu kalau sistem sudah jalan, walaupun pimpinannya bergeser, atau diganti tapi sistem itu akan berjalan,” katanya
Lebih Berat
Di tempat terpisah, Ketua Nasional Corruptin Watch (NCW) DKI Jakarta, C Herry SL berpendapat bahwa Komisaris Jenderal Pol Badrodin Haiti sebagai Wakil Kepala Polri baru akan dihadapkan pada tugas dan tantangan yang lebih berat menjelang Pemilu 2014.
“Pak Badrodin harus mengawal pemilihan umum legislatif (Pileg) dan pemilihan umum presiden (Presiden) 2014, bahkan bisa jadi harus mengawal masa transisi kepemimpinan Polri. Namun, kita meyakini tugas itu dapat dilaksanakan oleh Wakapolri baru ini, mengingat sosoknya tergolong bisa diterima semua pihak, baik internal maupun eksternal Polri. Kalau pun ada yang mempersoalkan, itu hal biasa saja,” ujarnya.
Menurut Cak Hery—begitu C Herry SL biasa disapa, Wakapolri yang baru ini diyakini akan mampu membantu tugas-tugas Kapolri. Hal ini penting karena setidaknya ada lima tugas berat Polri ke depan yang harus menjadi perhatian, di antaranya mengamankan Pileg dan Pilpres 2014, memberantas terorisme, membasmi jaringan narkoba, dan menghentikan kejahatan bersenjata api.
Lebih penting lagi, lanjut Cak Herry, Badrodin diharapkan harus bisa membantu Kapolri untuk kritikan masyarakat kepada Polri, karena dianggap tidak tegas terhadap konflik dan kejahatan yang bersifat massal.
“Dalam tahun-tahun belakangan ini, banyak masukan dan kritikan yang ditujukan ke institusi Polri, terutama dalam menangani konflik atau kejahatan yang sifatnya massal,” katanya.
Masyarakat, lanjutnya, menilai tindakan anggota Polri lambat, ragu-ragu dan tidak berani bertindak. Bahkan, lebih jauh lagi, menurutnya masyarakat banyak yang menilai Polri melakukan pembiaran terhadap konflik dan kejahatan massal tersebut. “Tentu hal ini tidak bisa dipandang sebelah mata,” ujar.
Untuk diketahui, saat lulus dari Akademi Kepolisian, Badrodin menjadi lulusan terbaik dan mendapat penghargaan Bintang Adhi Makayasa. Tahun 2005, Badrodin diangkat sebagai Kapolda Sulawesi Tengah menggantikan posisi Oegroseno yang ditarik ke Mabes Polri.
Kemudian, pada tahun 2009, Badrodin kembali diangkat menjadi Kapolda Sumatera Utara. Tahun 2010, Badrodin ditarik ke Mabes Polri untuk menjabat sebagai Kepala Divisi Hukum. Jabatan itu hanya disandangnya beberapa bulan karena ditugaskan menjadi Kapolda Jawa Timur hingga tahun 2011. (Her/Bs)
Di tempat terpisah, Ketua Nasional Corruptin Watch (NCW) DKI Jakarta, C Herry SL berpendapat bahwa Komisaris Jenderal Pol Badrodin Haiti sebagai Wakil Kepala Polri baru akan dihadapkan pada tugas dan tantangan yang lebih berat menjelang Pemilu 2014.
“Pak Badrodin harus mengawal pemilihan umum legislatif (Pileg) dan pemilihan umum presiden (Presiden) 2014, bahkan bisa jadi harus mengawal masa transisi kepemimpinan Polri. Namun, kita meyakini tugas itu dapat dilaksanakan oleh Wakapolri baru ini, mengingat sosoknya tergolong bisa diterima semua pihak, baik internal maupun eksternal Polri. Kalau pun ada yang mempersoalkan, itu hal biasa saja,” ujarnya.
Menurut Cak Hery—begitu C Herry SL biasa disapa, Wakapolri yang baru ini diyakini akan mampu membantu tugas-tugas Kapolri. Hal ini penting karena setidaknya ada lima tugas berat Polri ke depan yang harus menjadi perhatian, di antaranya mengamankan Pileg dan Pilpres 2014, memberantas terorisme, membasmi jaringan narkoba, dan menghentikan kejahatan bersenjata api.
Lebih penting lagi, lanjut Cak Herry, Badrodin diharapkan harus bisa membantu Kapolri untuk kritikan masyarakat kepada Polri, karena dianggap tidak tegas terhadap konflik dan kejahatan yang bersifat massal.
“Dalam tahun-tahun belakangan ini, banyak masukan dan kritikan yang ditujukan ke institusi Polri, terutama dalam menangani konflik atau kejahatan yang sifatnya massal,” katanya.
Masyarakat, lanjutnya, menilai tindakan anggota Polri lambat, ragu-ragu dan tidak berani bertindak. Bahkan, lebih jauh lagi, menurutnya masyarakat banyak yang menilai Polri melakukan pembiaran terhadap konflik dan kejahatan massal tersebut. “Tentu hal ini tidak bisa dipandang sebelah mata,” ujar.
Untuk diketahui, saat lulus dari Akademi Kepolisian, Badrodin menjadi lulusan terbaik dan mendapat penghargaan Bintang Adhi Makayasa. Tahun 2005, Badrodin diangkat sebagai Kapolda Sulawesi Tengah menggantikan posisi Oegroseno yang ditarik ke Mabes Polri.
Kemudian, pada tahun 2009, Badrodin kembali diangkat menjadi Kapolda Sumatera Utara. Tahun 2010, Badrodin ditarik ke Mabes Polri untuk menjabat sebagai Kepala Divisi Hukum. Jabatan itu hanya disandangnya beberapa bulan karena ditugaskan menjadi Kapolda Jawa Timur hingga tahun 2011. (Her/Bs)




Post a Comment