Resepsi Pernikahan dan Khitanan, Putri Pertama dan putra bungsu Ir. Sutejo Prastyo Satukan Momen Bahagia Sekaligus Lestarikan Budaya Lokal
![]() |
| Ir. Sutejo Prastyo, Pimpinan Telapak Petir, |
BEKASI.LARAS POST — Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, keluarga besar Ir. Sutejo Prastyo, Pimpinan Telapak Petir, menggelar rangkaian acara selamatan, resepsi pernikahan, dan khitanan yang berlangsung selama tiga hari, 16–18 Oktober 2025.
Acara ini menjadi momen istimewa karena menyatukan dua kebahagiaan besar dalam keluarga — pernikahan anak pertama dan khitanan anak bungsu.
Dalam wawancara bersama media, Ir. Sutejo Prastyo menjelaskan bahwa keputusan menggabungkan dua acara besar ini dilakukan agar lebih efisien dan bermakna.
“Kita ini kan sama-sama sibuk, jadi daripada nanti acara diadakan berulang kali, lebih baik disatukan saja. Sekalian libur seminggu, kita jalankan semua agar doa dan kebahagiaan ini menjadi satu,” ujar Sutejo.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pengajian dan doa bersama yang dipimpin oleh Dr. KH. Raden Syarif Rahmad, S.Ag.
Selain itu, pihak keluarga juga mengundang sejumlah tokoh ulama dan sahabat dekat, bahkan rencananya Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, dijadwalkan turut hadir dalam rangka memberikan doa dan dukungan.
Untuk menambah kemeriahan, berbagai hiburan rakyat turut memeriahkan acara, mulai dari campursari, reog Ponorogo, hingga dangdut yang menampilkan grup musik binaan keluarga sendiri, yaitu Petir Nada pimpinan ir Sutejo Sejumlah artis ibu kota seperti Irvan Mansyur, Fenty Nur, Heti Sunjaya, Endang Kurnia dan Mega musitaka, Jagat Ariani,Vonny Shella, Wawan asmara, Eva Zahra Trio Sample. dan sejumlah artis lainnya. turut tampil menghibur para tamu undangan
Lebih dari sekadar pesta, acara ini juga menjadi bentuk nyata kepedulian Ir. Sutejo terhadap pelestarian budaya lokal.
“Sekarang budaya kita mulai terkikis dengan pengaruh luar. Melalui acara seperti ini, kita ingin menghidupkan kembali kesenian tradisional seperti campursari dan reog. Kita harus bangga dan menjaga warisan budaya kita sendiri,” tuturnya.
Acara yang dihadiri sekitar 800 undangan ini berlangsung meriah dan penuh makna, menjadi simbol sinergi antara rasa syukur, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia. (Egi)





Post a Comment