Masyarakat Harus Paham, Vaksin Dapat Membentuk Kekebalan Tubuh Terhadap Virus
![]() |
| Dialog Produktif bertemakan Vaksin Sebagai Perencanaan Preventif Kesehatan yang digelar KPCPEN yang disiarkan via media sosial, Senin (23/11). (foto: scr Youtube) |
JAKARTA, LARAS POST - Vaksin merupakan alat paling efektif dalam mencegah penyakit seperti wabah Virus SAR-CoV2. Karena vaksin dapat membentuk kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit tertentu seperti COVID-19 maupun penyakit menular lainnya.
Namun sebagian masyarakat, masih belum paham pentingnya vaksin untuk mencegah penyakit menular. Unruk itu perlunya sosialisasi perihal vaksin dilakukan secara terus-menerus dan berkelanjutan.
“Setiap vaksin punya efektivitas yang berbeda-beda, dan vaksin pun tidak akan mendapat izin apabila efektivitasnya rendah. Untuk vaksin COVID-19, WHO menetapkan efektivitas minimal mencapai 50%. Kita harapkan vaksin yang ada nanti efektivitasnya lebih tinggi dari angka yang ditetapkan WHO,” jelas vaksinolog sekaligus dokter spesialis penyakit dalam dr. Dirga Sakti Rambe, dalam Dialog Produktif bertema “Vaksin Sebagai Perencanaan Preventif Kesehatan” yang digelar Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) yang disiarkan via media sosial, Senin (23/11),
dr. Dirga menyebut, bahwa vaksin sebagai alat intervensi kesehatan masyarakat di saat pandemi memang sangat dibutuhkan. Selain penyakit ini berbahaya bagi kesehatan, gejala terinfeksi COVID-19 bisa sangat minim sehingga pasien tidak menyadari telah terinfeksi.
Inilah yang mengakibatkan banyaknya pasien COVID-19 yang terlambat ditangani atau justru mendapat penanganan pada saat gejala dan kondisi yang memburuk.
Dr. Dirga menyatakan, keliru apabila ada anggapan vaksin itu tidak ada gunanya. Karena vaksin sifatnya melatih sistem kekebalan tubuh agar mampu memproduksi antibodi. "Dan satu lagi vaksin punya keunggulan yang tidak dimiliki upaya pencegahan yang lain, yaitu vaksin memberikan perlindungan yang sifatnya spesifik," ucapnya.
Oleh karena itulah banyak dokter dan ahli yang menyatakan bahwa vaksin efektif sebagai alat mencegah penularan COVID-19, selain tentunya terus disiplin menerapkan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak aman).
Sebagai dokter yang menangani pasien COVID-19 sejak Maret, Dirga melihat COVID-19 ini penyakit yang luar biasa sekali. "Selain penyakit ini memang baru dengan penularan yang cepat sekali, memburuknya kondisi pasien pada beberapa kasus kadang juga cepat sekali. Jadi tidak benar apabila COVID-19 ini bisa kita remehkan,” tambah dr. Dirga.
Vaksin COVID-19 menjadi harapan untuk upaya menekan penyebaran COVID-19. Masyarakat diminta untuk yakin, bahwa vaksin yang disiapkan aman dan efektif karena harus terlebih dahulu mendapat izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), setelah sebelumnya melalui berbagai proses penelitian yang panjang termasuk tahapan uji klinik yang memastikan keamanan dan keefektifannya.
“Kalau sudah ada izin (pemakaiannya), tidak usah ragu lagi. Apabila izinnya ada dan pemerintah meminta kita vaksinasi, segera kita kerjakan bersama. Sejauh ini dari hasil uji klinik terkait keamanan, tidak ada catatan efek samping yang serius mengenai keamanan vaksin ini,” ujar dr. Dirga.
Untuk itu, Penyintas Covid-19, dr. Twindy yang juga hadir pada kesempatan itu, bahwa masyarakat jangan sampai terjebak kabar hoax yang menyesatkan.
Informasi yang benar dan berasal dari narasumber terpercaya di bidang Kesehatan sangat perlu disampaikan kepada publik.
Namun begitu pula, bukan berarti dengan adanya vaksin, masyarakat menggantungkan semuanya kepada vaksin.
"Tetap harus ada protokol kesehatan dan melindungi diri sendiri yang adalah tanggung jawab kita. Saring dan jadilah kritis dalam setiap pemberitaan jangan sampai termakan hoax,” tutup dr. Twindy. (sg)



Post a Comment