Aan Kuasai Equestrian Champions League 2020, Rebut Tujuh Emas dan Dua Perak

Juara 1 Equestrian Champions League (ECL) 2020, Muhammad Akbar Kurniawan.


JAKARTA, LARAS POST - Prestasi gemilang kembali ditorehkan Muhammad Akbar Kurniawan. Atlet berkuda ketangkasan dari Kurnia Stable ini menguasai gelaran Equestrian Champions League (ECL) 2020. Tampil di sembilan dari 14 kelas yang dipertandingkan pada enam seri, rider andalan DKI Jaya ini merebut tujuh medali emas dan dua perak.

"Alhamdulillah, Aan bisa tampil stabil," ungkap Anas Fatchul, ayahnya, Senin (23/11/2020) pagi. 

Aan adalah nama panggilan dari anak ketiga atau bungsu keluarga Fatchul Anas-Ernawati Yohana. Aan tampil konsusten pada even yang merupakan terobosan PP Pordasi ini. Liga Berkuda Equestrian digelar dalam enam seri sepanjang tahun ini. Seri terakhir, keenam, dilangsungkan Jumat hingga Minggu (20-22/11) di Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEP) Pulomas, Jakarta-Timur.

Aan berseteru di empat kelas Dressage dan lima Show Jumping dengan lima kuda, yakni Asa Kurnia, Camelias, Braveheart, Malika, dan Prince Zizou.

Remaja berusia 16 tahun ini keluar sebagai juara umum 1 dan 2 gelar juara umum 2 setelah ditotal perolehan poin keseluruhan dari Seri-1 sampai dengan Seri-6.

Tujuh gelar juara Aan diperoleh dari Dressage Preliminary U-18, Dressage Elementary Open, Dressage Medium Open, Show Jumping 100cm Young Rider, Show Jumping 100cm Open, Show Jumping 110cm Open, Show Jumping 120cm Open.

Dua posisi runner-up ditempati di Dressage Advanve Open, dan Show Jumping 130cm Open.

Prestasi ini tentunya tidak diraih dengan mudah. Butuh konsistensi dan perjuangan keras. Apalagi ECL ini dilaksanakan di tengah pandemic Covid-19 yang melanda seluruh dunia, di mana para rider dituntut lebih mendisiplinkan diri.

Torehan prestasi Aan yang menawan terekam oleh tim pemandu bakat olahraga berkuda dunia. Pelajar kelas XI SMA Islam Al Azhar Kelapa Gading itu, menjadi satu-satunya rider Indonesia yang pertama terjaring dan diundang stable Longines Academy di Jerman.

"Sayangnya karena pandemi virus corona, semua kalender internasional ditunda, termasuk undangan dari Jerman," papar Fatchul Anas, pengusaha penyewaan alat-alat berat. 

Dia berharap, Aan bisa lebih baik lagi ke depannya. "Terutama dalam persaingan dengan para seniornya," jelas Fatchul Anas. (TB)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.