Ketua DPR Minta Kemendag dan KKP Jelaskan Penyebab Merosotnya Harga Garam
![]() |
| Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. |
Jakarta, Laras Post - Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) didorong untuk memberikan penjelasan penyebab dari semakin merosotnya harga garam di tingkat petambak, serta meminta agar mencari solusi terbaik untuk menstabilkan harga garam, mengingat besarnya biaya produksi yang tidak tertutup oleh biaya panen dapat mengakibatkan petambak menjadi pengangguran.
Hal itu disampaikan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo terkait rendahnya harga komoditas garam di tingkat petambak khususnya petambak tradisional yang mencapai Rp175 per kilogram sementara biaya produksi yang sebesar Rp850 per kilogram.
"Kita juga mendorong Kemendag untuk segera mengkaji dan menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) garam, sebagai upaya untuk menjaga stabilitas harga garam dan melindungi petambak garam," ujar Bamsoet dalam siaran persnya, Rabu (4/9/2019).
Pihaknya, sambung politisi Partai Golkar, juga mendorong Kemendag dan KKP untuk bersinergi dalam mengkaji kebijakan impor garam dengan mempertimbangkan jumlah produksi garam saat ini, penyerapan garam, dan kemampuan bersaing harga garam produksi dalam negeri.
"Kementerian Perindustrian (Kemenperin) diminta untuk memberikan penjelasan terkait pelaksanaan kesepakatan penyerapan garam oleh 11 perusahaan industri pengolah garam dan meminta Kemenperin untuk menindak tegas apabila terdapat perusahaan yang belum melaksanakan kesepakatan tersebut," terangnya.
Orang nomor satu di DPR itu juga mendorong KKP bersama Dinas Perikanan dan Kelautan untuk memberikan bantuan baik dari sisi memperbarui alat-alat yang digunakan petambak tradisional maupun memberikan bimbingan teknis serta pendampingan kepada petambak, agar petambak ke depannya dapat menghasilkan garam dengan jumlah yang besar dan kualitas terbaik, sehingga mudah terserap oleh industri.
"Kita mengimbau petambak agar bekerja sama dengan koperasi yang membawahi para petambak sebagai upaya untuk mengatasi kesulitan dalam pemasaran dan rendahnya harga beli di tingkat petambak," tandasnya. (wan)




Post a Comment