Header Ads


Sembilan Binaan LPKA Blitar Ikut UN Bersama Siswa SMP Lainnya

Sembilan anak dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Blitar mengikuti Ujian Nasional (UN) setingkat SMP/MTs bersama siswa lainnya.
Blitar, Laras Post - Sebanyak sembilan anak dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Blitar, diantarkan untuk mengikuti Ujian Nasional (UN) setingkat SMP/MTs bersama siswa lainnya, pada Senin (9/5/2016) lalu.

Dalam pengawalan ketat petugas, mereka mengenakan seragam biru putih diantarkan dengan satu mobil menuju tempat pelaksaaan UN di SMPN 1 Garum Kabupaten Blitar, sekitar pukul 06.30 WIB.

Kasi Binadik Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kls 1 Blitar, Andik Ariawan mengatakan, untuk pelaksanaan UN tahun ini biar kelihatan sama, pihaknya memang menyuruh mereka memakai seragam biru putih. Jika pada tahun sebelumnya seragam hitam putih dinilai membedakan dengan peserta Unas yang lain.

Ia mengatakan, para pelajar itu di dalam lapas tetap mendapatkan pendidikan seperti anak pada umumnya. Mereka setiap hari juga ada jadwal untuk bersekolah termasuk berbagai kegiatan ekstra sekolah.

Bahkan, mereka juga dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas untuk bacaan, dengan adanya perpustakaan di dalam lapas. Dengan itu, mereka juga bisa semakin memperdalam keilmuan mereka. 

Para pelajar yang mengikuti UN itu, kata Andik, terlibat berbagai kasus, seperti tindak asusila, narkotika, serta berbagai kenakalan remaja lainnya. Mereka juga sudah menjalani masa hukuman di dalam lapas, antara dua pertiga ataupun setengah dari total masa tahanan.

Sebelum menjalani ujian, mereka berangkat bersama-sama. Mereka juga diantar ujian dengan naik mobil dan mendapatkan kawalan yang ketat dari petugas lapas. Bukan hanya di dalam kendaraan, mereka juga dijaga ketat saat ujian berlangsung.

Kelima anak itu menjalani ujian dengan para siswa lainnya dari SMPN I Garum, Kabupaten Blitar. Mereka mengikuti ujian di ruang 26 sekolah yang berada di Desa Slorok, Kecamatan Garum tersebut. 

UN tingkat SMP/MTs di Kabupaten Blitar diikuti oleh 10.588 siswa tingkat SMP dan 4.602 siswa tingkat MTs. Mereka mengikuti UN hari pertama dengan pelajaran Bahasa Indonesia, hari kedua Matematikan, hari ketiga Bahasa Inggris, dan hari terakhor Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Sementera itu, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkab Blitar Bambang Setiadji mengatakan UN di hari pertama ini berjalan dengan cukup lancar. Hal itu terlihat dari berbagai kunjungan ke sejumlah sekolah serta laporan dari petugas. Kunjungan itu dilakukan oleh muspida Kabupaten Blitar.  “UN berjalan cukup lancar, dan kami harapkan tidak ada masalah berarti ke depannya,” kata Bambang. 

Dari sembilan anak tersebut, yang satu sudah bebas dari masa pembinaan, hanya saja waktu mendaftar sebagai peserta UN SMP, dia tercatat sebagai warga binaan di lapas anak tersebut.

Untuk delapan lainnya, tambah Andik, rata-rata merupakan anak binaan yang melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak.

Mereka yang mengikuti UN SMP tahun ini berasal dari berbagai wilayah di Jawa Timur, diantaranya dari Ponorogo, Kediri, Trenggalek, Sumenep dan dalam Kota Blitar sendiri.

Selama menjalani pembinaan, mereka setiap hari menerima pelajaran dari guru yang didatangkan LPKA selama 3 jam per harinya.

Sementara, ke delapan anak ini harus menjalani masa pembinaan antara satu sampai paling lama lima tahun. (adv sp)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.