Kanwil BPN Jabar Dukung Proyek Percontohan Kawasan Nelayan Sejahtera
![]() |
| Kakanwil BPN Jabar Drs Syafriman, SH menyaksikan penyerahan bingkisan secara simbolis oleh Ketua Ikawati Kementerian ATR-BPN Hanifah Mursydan Baldan kepada salah satu keluarga nelayan |
Sukabumi, Laras Post – Jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Propinsi Jawa Barat, mendukung program percontohan kawasan nelayan sejahtera, yang dicanangkan Ikatan Istri Karyawan dan Karyawati (Ikawati) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanahan nasional (ATR/BPN).
Kepala Kanwil BPN Propinsi Jawa Barat, Drs Syafriman, SH, M.Hum menyatakan, pihaknya mendukung setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Ikawati, salah satunya menjadikan Kampung Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi menjadi percontohan kawasan nelayan sejahtera.
“Kami senantiasa mendukung kegiatan Ikawati, baik yang dilaksanakan oleh Ikawati pusat maupun daerah. Terlebih kegiatan kali ini dilaksanakan di wilayah Jabar,” ujarnya kepada Laras Post, disela-sela kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan Ikawati Kementerian ATR-BPN, pada Rabu (30/9/2015) di Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.
Syafriman mengungkapkan, selama ini jajarannya telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, guna mendukung program peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan sekaligus meningkatan kepekaan aparatur pertanahan terhadap perkembangan yang berlangsung, serta untuk meningkatkan loyalitas dan disiplin.
Lebih lanjut ia menyatakan, selain kegiatan sosial, tentunya pihaknya juga terus berupaya meningkatkan pelayanan pertanahan dengan melaksanakan sejumlah inovasi pelayanan, salah satunya yakni inovasi layanan 70-70 yang diluncurkan Menteri ATR/Kepala BPN Ferry Mursydan Baldan, bertepatan dengan perayaan HUT RI pada 17 Agustus lalu.
Bhakti Sosial
Sementara itu, Ikawati Kementerian ATR-BPN mendorong Kampung Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan menjadi percontohan kawasan nelayan sejahtera.
Ketua Umum Ikawati Kementerian ATR-BPN, Hanifah Husein Mursyidan Baldan menyatakan, kawasan nelayan selama ini selalu diidentikkan sebagai daerah miskin karena keterbatasan fasilitas.
“Hari ini, kami ingin menjadikan desa nelayan ini sebagai role model wilayah yang makmur dan sejahtera," ungkap Hanifah, saat melakukan bhakti sosial di kampong nelayan itu, pada Rabu (30/9/2015).
Hanifah menegaskan, untuk mewujudkan rencana itu, tidak bisa dilakukan dalam waktu sebentar, dan membutuhkan program jangka panjang. Untuk itu, Ikawati bersama kantor wilayah BPN propinsi dan kantor pertanahan di kabupaten, dalam waktu dekat akan menyusun program secara rinci. "Program ini akan terus kami dorong, dengan target bisa berjalan pada 2019," tegasnya.
Kawasan nelayan yang dijadikan percontohan, lanjut Hanifah, kedepan tidak memiliki rumah yang tidak layak huni lagi. “Nantinya, keluarga nelayan bisa mendapatkan asupan makanan bergizi dan tidak lagi tinggal di rumah tidak layak huni. Kami akan mengundang rekan-rekan dari Institut Pertanian Bogor untuk mengajarkan menanam tanaman apotik hidup dan berkebun," tuturnya.
Untuk mendanai berbagai program Ikawati juga akan berupaya mencari pendanaan, salah satunya bersumber dari tanggung jawab sosial perusahaan swasta dan BUMN. (her)



Post a Comment