Ratusan Karyawan di Karawang Dirumahkan
![]() |
| Ilustrasi |
Karawang, Laras Post - Sebanyak 350 karyawan yang bekerja di tiga perusahaan di Kabupaten Karawang,Jawa Barat terpaksa dirumahkan akibat bangkrut setelah terus merosotnya nilai mata uang rupiah terhadap dollar Amerika. Pemerintah daerah setempat tengah melakukan pemetaan terhadap perusahaan-perusahaan yang terancam bangkrut untuk mengantisipasi terjadi gejolak di daerah ini.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Karawang Ahmad Suroto, Selasa (1/9) menyebutkan, ada tiga perusahaan yang kini tengah terancam bangkrut yakni PT.Siongbo, PT. Karawang Utama tekstil, PT.Anton Teks sehingga terpaksa merumahkan masing-masing karyawannya. Ke-3 perusahaan yang bergerak di bidang garmen, tekstil dan kulit itu kini telah merumahkan sebanyak 350 karyawannya.
“Ini dilakukan untuk mempertahankan produksi. Tetapi kalau ke depan masih seperti ini kondisi ekonominya, maka perusahaan akan terus melakukan pengurangan karyawan, atau bahkan menutup perusahaannya,”ucap Suroto.
Disebutkan Suroto, sejumlah perusahaan telah mengurangi kapasitas produksinya dan jam kerja karyawannya sejak sebulan lalu. Dan kini pihaknya tengah melakukan pemetaan terhadap perusahaan-perusahaan yang terancam bangkrut. "Paling tidak kita bisa mendampingi perusahaan kalaupun terpaksa harus PHK jangan sampai terjadi gejolak," katanya.
Menurut dia, masalah PHK saat ini merupakan masalah nasional. Pemkab Karawang hanya bisa mengantisipasi kemungkinan terjadi sengketa antara manajemen dengan karyawan.
Suroto menyebutkan, kalangan industri tekstil ini yang paling rentan terkena dampak kenaikan dolar AS atas nilai tukar mata uang rupiah. Industri mengeluhkan biaya tinggi karena pembelian bahan baku dalam bentuk dolar AS, sementara pendapatannya dalam mata uang rupiah.
“Harus diakui, ekonomi melemah. Daya beli masyarakat turun drastis, rupiah juga melemah. Akibatnya perusahaan harus mengurangi produksi. Yang berarti harus merumahkan karyawannya,” ujar Suroto. (wip)



Post a Comment