Jokowi: Pelepasan Satelit LAPAN-A2 Perkuat Kemaritiman Indonesia

Presiden Jokowi didampingi Wagub Jabar Dedy Mizwar, Kepala Lapan Thomas Djamaluddin, dan Kepala BPPT Unggul Priyanto, saat menekan tombol pelepasan satelit LAPAN - A2 
Bogor, Laras Post – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pelepasan satelit ekuatorial pertama Indonesia bernama LAPAN-A2, pada Kamis (3/9/2015) pagi, di Pusat Teknologi Satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Jl Cagak Satelit KM 04 Rancabungur, Kabupaten Bogor.

LAPAN-A2 itu akan diluncurkan melalui bantuan roket peluncur dari Badan Antariksa India (ISRO) dan mengangkasa ke ruang hampa sekitar 27 September 2015.

Presiden Jokowi pada kesempatan itu menyatakan, mengapresiasi upaya Lapan dalam pengembangan satelit ini. "Kedepan kita harapkan teknologi Satelit ini mampu menjangkau semua wilayah Indonesia, baik di bidang kemaritiman, pertanian pengawasan udara dan lain-lain. Dan ini akan saya dukung terus," ujar Jokowi saat diwawancara wartawan usai acara pelepasan satelit LAPAN-A2, di Bogor.

Sementara itu, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin, mengatakan pada sambutannya nantinya Indonesia akan mampu mengkomersilkan satelit tersebut.

Thomas juga mengatakan, satelit LAPAN-A1 yang sudah diluncurkan hasil kerjasama TU Berlin, Jerman dan LAPAN-A2 yang saat ini diluncurkan. Sementara, LAPAN-A3 direncanakan mengangkasa tahun depan dengan bekerja sama Institut Pertanian Bogor (IPB).

"LAPAN-A1 itu 100 persen eksperimen, LAPAN-A2 80 persen eksperimen 20 persen operasional, dan LAPAN-A3 yang akan diluncurkan tahun depan itu 60 ekpersimen dan 40 persen operasional," ujar Thomas.

Para Peneliti sedang mengecek kesiapan satelit LAPAN-A2 sesaat sebelum pelepasan
Disebutkan bahwa, satelit LAPAN-A2 akan diorbitkan pada inklinasi 6 derajat pada ketinggian 650 kilometer  dari permukaan bumi, dengan orbit ekuatorial akan melintasi wilayah Indonesia 14 kali setiap hari. Satelit berbobot 78 kilogram tersebut membawa misi pemantauan permukaan bumi, identifikasi kapal laut, dan komunikasi radio amatir. Satelit ini dilengkapi kamera analog dengan resolusi lima meter dan kamera digital dengan resolusi empat meter.

LAPAN-A2 akan melakukan pemantauan lalu lintas kapal, operasi keamanan laut, perikanan, dan eksplorasi sumberdaya kelautan Indonesia, dengan menggunakan spaceborner receiver automatic identification system. Cakupan area pengamatan mencapai ribuan kilometer. Sementara itu, Misi komunikasi amati pada LAPAN-A2 bertujuan untuk komunikasi pada kondisi darurat bencana dan kegiatan radio amatir dalam mendukung kepentingan nasional.

LAPAN-A2 sistem satelit pemantauan maritim Indonesia berbasis pengambilan citra dan identifikasi automatis yang disiapkan LAPAN. Maka LAPAN-A2 akan mendukung program dan misi Presiden untuk mewujudkan Indonesia sebagai Negara Maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional. Satelit ini juga akan mendukung keamanan nasional demi menjaga kedaulatan wilayah NKRI serta meningkatkan kemandirian nasional sesuai dengan nawacita pertama yaitu memperkuat jati diri bangsa sebagai negara maritim.

Hadir pada acara tersebut, dihadiri Kepala Lapan, Menseskab, Pramono Anung, Wagub Jawa Barat, Dedy Mizwar, Ketua Orari Sutiyoso.

Tentang satelit Lapan-A2
LAPAN-A2 adalah satelit generasi kedua dan merupakan satelit ekuatorial pertama Indonesia yang sepenuhnya hasil pengembangan para peneliti dan perekayasa Lapan. Seluruh kegiatan perancangan, pembuatan dan pengujiannya pada Agustus 2012 di dalam negeri. (her, sg, ram)























No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.