Tanpa Harus menunggu Anggaran Pemerintah, SDN Jatiluhur II Berbenah
![]() |
| Eli Suhaeli Kepsek SDN Jatiluhur II, Gerbang sekolah dan Pagar sekolah hasil Swadaya orang tua murid seikhlasnya |
Bekasi, LAras Post - Pimpinan itu dituntut untuk selalu bisa menjadi contoh dan suri tauladan bagi bawahannya, disamping itu harus punya wawasan yang luas dan pandangan jauh kedepan. Sehingga akan mampu berinovasi dalam segala hal, mampu memngambil keputusan dan kebijakan yang akan menghasilkan perkembangan yang baik bagi orang-orang yang dipimpinnya dan masyarakat yang ada disekitarnya.
Itulah prinsip yang dianut Eli Suhaeli, SPd MM kepala sekolah SDN Jatiluhur II. Setiap sekolah yang dipimpinnya selalu saja banyak terdapat kekurangan, jauh dari standar cukup apalagi tergolong sempurna, baik sarana maupun prasarananya. Namun beliau tidak pernah berputus asa ataupun mengeluh, karena menurutnya hidup adalah pengabdian.
“Buat saya hidup sebagai seorang PNS adalah sebuah pengabdian, ditempatkan dimanapun, jadi kepala sekolah atau kembali jadi guru pengajar bukanlah suatu masalah. Yang terpenting adalah, dimana saya ada ada dan bertugas, saya bisa membawa dan mendatangkan maslahat bagi lingkungan sekitarnya. Meski untuk itu tentu bukan hal yang mudah, tapi saya akan berusaha untuk sabar dan tabah dalam segala tantangan yang ada dan musyawarah menjadi kunci jawabannya.
Sebelum saya bertugas di SDN Jatiluhur II ini, saya bertugas disekolah yang jalannya ramai dengan lalu lintas kendaraan dan tanpa pagar perlindungan. Kemudian saya dan komite berembug mencari jalan keluarnya, lalu bermusyawarah dengan orang tua murid dan terbentuklah pagar sederhana tapi aman untuk keselamatan anak-anak dari kecelakaan dan mampu mengurangi efek keamanan lainnya. Namun ada pihak yang menyalahkan saya, bahkan saya dianggap melakukan pungli disekolah, kemudian saya panggil orang tua murid yang ada disekolah untuk memberi penjelasan pada orang yang menuduh saya pungli. jelasnya
Pertama bertugas disini hampir seluruh pagar sekolah hancur, tanpa pintu gerbang, pintu kelas bolong-bolong, rawan keamanan, bahkan kami kehilangan uang 15.000.000 rupiah ditambah lagi ada wartawan yang foto-foto keadaan dan disampaikan pada pimpinan kami di UPTD Pendidikan.
Berangkat dari keadaan dan pengalaman, saya bermusyawarah dengan komite sekolah dan Alhambdulillah disambut baik ide saya. Akhirnya dengan bantuan seikhlasnya dari orang tua murid, maka terciptalah pagar yang rapih dan layak, pintu gerbang dan tidak ada lagi pintu kelas yang bolong-bolong. Tanpa bantuan komite sekolah dan orangtua murid sulit terlaksana, terlebih bila kita hanya berharap pada APBD atau dana BOS. Semoga disini tidak ada lagi pihak yang menuduh saya melakukan pungli untuk kepentingan dan memperkaya diri.” harapnya sumringah
“Saya mengapresiasi kepala sekolah SDN Jatiluhur II yang mampu berinovasi tanpa ada pihak yang merasa dirugikan, serta tidak melulu menunggu APBD atau dana BOS saja. Dan semangat itu harus dijadikan contoh dan ditiru oleh kepala-kepala sekolah yang lain, demi untuk kenyamanan dan kemajuan mutu pendidikan kita. Ujar siti sopiah lurah jatiluhur seraya menunjukan taman dan halaman depan kantornya yang pelan-pelan dan bertahap sedang disulap menjadi taman yang indah, hijau nan asri sedap dipandang mata. (Muchtar. Q)



Post a Comment