FKUB Sorong Papua Study Banding Ke Kebumen
![]() |
Kebumen, Laras Post - Forum
Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sorong Provinsi Papua,
Rabu(26/8) berkunjung ke Kabupaten Kebumen. Rombongan yang terdiri dari
berbagai unsur tokoh lintas agama, kepala Kemenag serta kepala Kesbangpol
Sorong tersebut diterima secara langsung oleh Sekda H Adi Pandoyo SH MSi di
ruang Jatijajar kompleks pendopo Bupati Kebumen. Pada kesempatan itu
rombongan FKUB Sorong juga berkesempatan
berdiskusi dengan FKUB Kebumen,tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat Kebumen.
Pimpinan rombongan yang juga
ketua FKUB Sorong,H Anderson Miage mengatakan, kedatanganya tersebut yakni
untuk study banding tentang kebijakan Pemerintah daerah dan peran tokoh antar
umat beragama dalam menciptakan keharmonisan dimasyarakat. Hasil study banding
nantinya akan dijadikan sebagai acuan Pemkab dan tokoh lintas agma kabupaten
Sorong dalam mengatasi persoalan-persoalan dimasyarakat, terutama persoalan
keagamaan. Terleih lagi beberapa waktu lalu di Tolikara, Papua baru saja
terjadi konflik.
"Kami sengaja memilih Kebumen sebagai
tempat study banding karena jumlah penduduk muslim di Kebumen cukup banyak,
yakni mencapai 99 persen," ungkap pria yang juga pernah mengenyam
pendidikan di MAN 2 Kebumen tersebut.
Dijelaskan Anderson, sebenarnya
dalam melakukan study banding pihaknya tidak hanya berkunjung ke daerah yang
jumlah penduduk muslimnya mayoritas. Melainkan pihaknya juga berkunjung ke
daerah-daerah yang penduduk muslimnya minoritas. Mengingat jumlah penduduk
mayoritas di Sorong adalah muslim dan kristen. Dimana jumlah penduduk muslimnya
hanya selisih 0,2 persen lebih banyak dari kristen. Sedangkan penduduk
minoritas disana adalah katolik,hindu dan budha.
"Saat ini sebagian besar warga Kabupaten
Sorong bisa dikatakan berasal dari jawa. Bahkan jumlah warga Sorong yang
berasal dari Kebumen terbanyak nomer tiga,"terangnya.
Pada kesempatan itu Anderson juga
sempat menyampaikan terkait permasalahan yang terjadi beberapa waktu lalu di
Tolikara, Papua. Dia berharap kejadian di Tolikara bisa menjadi contoh agar
pemerintah maupun tokoh lintas agama lebih menjaga kebersamaan. Hal itu agar
hal-hal yang dapat menimbulkan konflik tidak terjadi lagi, baik di Sorong
maupun daerah lainya.



Post a Comment