Karang Taruna Situ Ilir Lestarikan Budaya Sunda



Photo bersama, Subhan kepala desa Situ Ilir (tengah atas) dan  Sekcam Cibungbulang (kiri atas kemeja biru muda) seusai acara festival
Bogor, Laras Post - Festival seni sunda yang diselenggarakan oleh pemuda karang taruna didesa Situ Ilir yang bekerja sama dengan Aparatur desa, dan mahasiswa STKIP Muhammadiyah Bogor dialun-alun desa Situ Ilir kecamatan Cibungbulang kabupaten Bogor, Pada sabtu (30/5/15).

Kesenian dan budaya daerah yang kini sedikit demi sedikit kian tergerus oleh budaya perkembangan modernisasi yang semakin kurang dikenal dan kurang diminati oleh anak-anak sebagai generasi penerus, hal ini menyentuh benak dan pikiran para pemuda-pemudi karang taruna dan perangkat-perangkat desa Situ Ilir untuk mengadakan kegiatan-kegiatan yang bersifat melestarikan seni dan budaya, sehingga warga masyarakat pun ikut peduli dengan kesenian dan budayanya itu sendiri.

Berkenaan dengan selesainya kegiatan Kuliah Kerja Sosial (KKS) mahasiswa dan mahasiswi dari STKIP Muhammadiyah yang ditutup dengan ikut berperan aktif menjadi panitia pada acara festival tersebut.


Subhan kepala desa Situ Ilir dalam wawancaranya kepada Laras Post mengatakan, kegiatan seperti ini merupakan sarana untuk melihat potensi sumber daya manusia yang ada diwilayahnya,  dan untuk kedepannya pihaknya juga akan melanjutkan kegitan ini menjadi kegiatan rutin tahunan.
"Selain bertujuan untuk mengembalikan budaya lokal dari budaya luar, disini kita juga dapat menggali anak-anak yang memiliki potensi di wilayah Situ Ilir. Dan insya Allah kita adakan setiap tahun, namun untuk waktunya kita sesuaikan bertepatan dengan masa libur sekolah dan kegiatan tersebut tidak berbenturan dengan kegiatan-kegiatan lainnya," Kata Subhan, Kepala desa yang mengetuai paguyuban kepala desa se-kecamatan Cibungbulang.

Acara festival yang dibuka dengan sesi potong pita yang dilakukan oleh Subhan kepala desa situ ilir tanda acara dibuka dan dimulainya dengan kegiatan pawai menggunakan pakaian adat daerah sunda oleh anak laki-laki dan perempuan mengelilingi kampung-kampung didesa Situ Ilir.

Kue Abudin salah satu kue yang diperlombakan
Cukup beragam pameran yang ditampilkan dari acara tersebut seperti drama barudak sunda, ngobrol sunda, lalaguan (menyanyi) sunda, permainan-permainan anak seperti permainan kelereng, damdas, congklak, bola bekel, tali karet, dan lain-lain.

Selain pameran, pihak panitia juga menyediakan perlombaan untuk ibu-ibu seperti makanan/kue khas sunda yang berbahan dasarnya dari singkong (ketela), dan untuk bapak-bapak ialah lomba menghias kolecer (kincir angin) yang terbuat dari kayu dan bambu. Hadiah yang diberikan oleh panitia itu berupa sertifikat  trophy dan uang tunai untuk masing-masing juara I, II dan III.

Sofyan Sauri Ketua penyelenggara yang juga wakil ketua Karang Taruna mengatakan,
"Bagi mereka pun hadiah tidak lah penting, yang lebih penting itu partisipasi dari masyarakat dan kebersamaannya," Katanya Sofyan yang biasa disapa Piyong.

Hal senada juga disampaikan oleh Denda Ramdhona salah seorang staff desa mengatakan, semua lapisan ikut berpartisipasi diacara tersebut.
"Tidak hanya staf-staf desa saja yang ikut membantu berupa moril dan materil pada acara ini, semua lapisan masyarakat bersatu padu mensukseskannya, baik itu LSM, Tokoh masyarakat, dan warga masyarakat itu sendiri," Katanya.
Pada acara itu dihadiri juga oleh unsur muspika Cibungbulang, diantaranya Amas H Sambas Sekertaris kecamatan, Irawan dari Koramil 2121 Cibungbulang, Polsek Cibungbulang dan Unit Polisi PP.
Dalam kesempatan sambutannya, Amas H Sambas Sekertaris kecamatan mengatakan, Pihaknya sangat mengapresiasikan kegiatan yang dapat melestarikan budaya sunda.

"Tentunya kami sangat mendukung dengan kegiatan-kegiatan seperti ini, dan ini bisa menjadi percontohan untuk desa-desa lain," Ujarnya. (Yayan)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.