Diduga Salah Satu sekolahan Di Kota Surabaya Menjadi Surga Oknum Guru Koruptor dan Pemeras Wali Murid
Disinyalir, Selain menerima dana Bos dan Bopda, Sekolahan tersebut juga menerima bantuan Hibah dari Australia Senilai 10.000 Dollar Aus dan Diduga tidak ada kejelasan dalam penggunaannya !!
Kepsek mengelak saat hendak di Foto ( Insert By Ales )
Surabaya, Laras Post Online– Semua orang tua pasti menginginkan
anaknya untuk mendapatkan kenyamanan dalam pendidikan di tempat belajar
mengajar yang mereka tekuni, dan pastinya semua orang tua akan melakukan
apapun demi kenyamanan anaknya dalam proses belajar mengajar.
Tapi sungguh ironis nasib para wali murid yang anaknya saat ini menuntut
ilmu di salah satu madrasah yang berada di surabaya utara, keluh kesah
wali murid selalu terdengar bahkan sampai ke telinga orang-orang
madrasah tersebut, tapi apa boleh buat, pihak madrasah seakan tutup
telinga bahkan tutup mata dengan keluhan dan kondisi para wali murid
tersebut.
“ ya saya juga ingin anak saya mendapatkan ilmu dan kenyamanan dalam
proses belajarnya, saya gak tau kalau madrasah tersebut mendapatkan
bantuan dari pemerintah, bahkan saya sampai hutang kepada rentenir hanya
untuk melunasi pembayaran buku anak saya mas demi proses belajar
mengajar anak saya, ya saya juga bingung mas, kalau tidak segera saya
lunasi anak saya tidak tahu dimana kelas barunya, sebab setelah
melunasi pembayaran buku tersebut anak saya bisa mengetahui dimana kelas
barunya, bahkan anak saya cuma mendapatkan sebagian saja buku tersebut“
Ungkap salah satu narasumber
saat ditemui dan di klarifikasi di kantornya (19/07/2014), pihak
madrasah tersebut menuturkan bahwa “ untuk bukunya memang kami berikan
sebagian dulu mas, sebab sisanya masih menyusul dikarenakan ada
keterlambatan dalam pengiriman buku-buku tersebut dan untuk sebagian
dana BOS yang diterima oleh madrasah sudah kami gunakan untuk membiayai
pembangunan madrasah kami mas “ Ungkapnya
Menurut acuan dari Dirjen Kemenag, Dana BOS tidak diperbolehkan untuk
membangun atau mendanai kegiatan rehabilitasi berat madrasah, dan
sepenuhnya anggaran BOS ditujukan kepada murid madrasah. tidak hanya itu
saja, diduga ada sedikit kejanggalan pada saat Laras Post
melakukan investigasi terhadap kondisi bangunan madrasah tersebut (Red)
Disinyalir selain menerima bantuan BOS dan BOPDA baik dari pemerintah
pusat maupun pemerintah daerah setempat, madrasah tersebut juga menerima
bantuan dari Australia dalam program SSQ ( School System and Quality )
yang digunakan untuk menunjang fasilitas madrasah dalam hal Sarpras (Sarana dan Prasarana) dengan total anggaran yang diterima senilai
10.000 Dollar Australia yang dicairkan dalam 3 tahap. Ironisnya di
madrasah tersebut hanya terdapat perpustakaan dan toilet saja, padahal
untuk dana HIBAH tersebut harus digunakan untuk 13 item demi kebutuhan
madarasah dalam hal Sarpras guna kenyamanan para murid madrasah
tersebut, dan tidak boleh digunakan untuk membiayai kegiatan perbaikan
dalam hal rehabilitasi berat madrasah ( Red )
“ untuk anggaran HIBAH dari Australia memang kami selaku pihak madrasah
menerima anggaran tersebut, dan sebagian belum bisa berfungsi dengan
baik mas, satu contoh dalam hal pembangunan musholla dan lain-lain,
sebab kami masih terkendala masalah tempat dan yang kedua dengan
banyaknya jumlah murid-murid di madrasah kami, jadi pihak madrasah
merasa kebingungan dengan faktor-faktor tersebut, dan belum bisa
sepenuhnya melengkapi 13 Item yang harus kami penuhi dalam hal sarpras
madrasah yang sudah tertera dalam petunjuk SSQ tersebut mas “ pangkasnya. Bersambung (Ales)




Post a Comment