Abraham Samad : Masih Terjadi Penjajahan Dalam Bentuk Lain
![]() |
| Ketua KPK Abraham Samad |
Jakarta, Laras Post – Meski telah Enam Puluh Sembilan Tahun Indonesia merdeka, namun ada sebagian masyarakat yang belum menikmati arti sesungguhnya dari kemerdekaan dan masih mengalami penjajahan dalam bentuk lain.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menyatakan, hingga kini masih banyak rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan, sehingga arti dari kemerdekaan belum bisa dirasakan seutuhnya.
Ia menyebutkan, penjajah yang dihadapi kini menjelma dalam bentuk lain. “Penjajahan yang dihadapi saat ini sifatnya kapitalis. Jangan heran kalau sampai sekarang kita belum merasakan arti kemerdekaan sesungguhnya,” jelasnya, pada Jumat (15/8/2014) malam di gedung Galery Foto Antara, Jakarta Pusat.
Pada kesempatan itu, Abraham Samad juga menyatakan apresiasinya terhadap Pameran Foto Kisah Anak Serigala. Demikian juga terhadap film berjudul, Negeri Tanpa Telinga. Film karya, Lola Amaria itu, mengangkat tema budaya korupsi pada petinggi negeri.
Merdeka yang hakiki adalah terbebas dari semua bentuk penjajahan dan terpenuhinya impian negara yang adil, makmur dan sejahtera. Tanpa ketiga unsur itu, maka akan sulit untuk menemukan makna merdeka yang sesungguhnya. “Percayalah, jangan berharap sebuah kesejahteraan dan demokrasi dapat menyeluruh jika tidak menghadirkan keadilan,” tegas Abraham Samad.
Pernyataan Ketua KPK itu, nampaknya tidaklah berlebihan, pasalnya memang masih banyak rakyat negeri ini yang masih terbelenggu persoalan ekonomi, akibat pemerataan kesejahteraan gagal dilakukan dan perilaku korup pada sebagian pejabat. (ram)
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menyatakan, hingga kini masih banyak rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan, sehingga arti dari kemerdekaan belum bisa dirasakan seutuhnya.
Ia menyebutkan, penjajah yang dihadapi kini menjelma dalam bentuk lain. “Penjajahan yang dihadapi saat ini sifatnya kapitalis. Jangan heran kalau sampai sekarang kita belum merasakan arti kemerdekaan sesungguhnya,” jelasnya, pada Jumat (15/8/2014) malam di gedung Galery Foto Antara, Jakarta Pusat.
Pada kesempatan itu, Abraham Samad juga menyatakan apresiasinya terhadap Pameran Foto Kisah Anak Serigala. Demikian juga terhadap film berjudul, Negeri Tanpa Telinga. Film karya, Lola Amaria itu, mengangkat tema budaya korupsi pada petinggi negeri.
Merdeka yang hakiki adalah terbebas dari semua bentuk penjajahan dan terpenuhinya impian negara yang adil, makmur dan sejahtera. Tanpa ketiga unsur itu, maka akan sulit untuk menemukan makna merdeka yang sesungguhnya. “Percayalah, jangan berharap sebuah kesejahteraan dan demokrasi dapat menyeluruh jika tidak menghadirkan keadilan,” tegas Abraham Samad.
Pernyataan Ketua KPK itu, nampaknya tidaklah berlebihan, pasalnya memang masih banyak rakyat negeri ini yang masih terbelenggu persoalan ekonomi, akibat pemerataan kesejahteraan gagal dilakukan dan perilaku korup pada sebagian pejabat. (ram)




Post a Comment