Oknum Guru Smp Pgri 6 Malang Aniaya Siswa
![]() |
| YL bersam orang tua Hariati |
Malang, Laras Post Online - Kota Malang terkenal dengan kota pendidikan, tapi amat disayangkan masih banyak kejadian-kejadian yang tidak patut ditiru oleh para guru yang lainnya.
Seperti halnya yang terjadi di SMP PGRI 6 Kota Malang, pada Jum’at (23/5) seorang siswi yang berinisial YL kelas VIII C pada waktu itu bergurau sama teman sekelasnya, kemudian oknum guru bernama Suwari menegur sambil menampar YL.
Merasa kesakitan YL langsung mengeluarkan kata-kata kotor, setelah itu Suwari mengusir YL dengan di dorong keluar kelas dengan mengatakan “Silahkan kamu lapor sama orang tua mu dan polisi, saya tunggu disekolahan” katanya sambil marah.
Hariati selaku orang tua YL yang beralamat di Jl. Peltu Sujono No.7 RT/RW:6/5 Kelurahan Ciptomulyo Kecamatan Sukun, menerangkan ke awak media, bahwa mengetahui kejadian itu, dirinya langsung ke sekolah dan bertemu Kepala Sekolah di gerbang sekolah. “Kepala Sekolah berjanji akan menegur Suwari atas perbutannya,” terangnya, Rabu (4/6/2014) saat ditemui wartawan di rumahnya. “Bukan hanya itu saja, tadi sewaktu ulangan ada teman saya yang bernama Azis, ramai dikelas dan langsung ditampar juga oleh Suwari,” cetus YL kepada wartawan didampingi orang tuanya.
Wakil Kepala Sekolah SMP PGRI 6 Malang, Taufik Ismail,S.Pd ketika dikonfirmasi wartawan mengaku, terkejut dengan adanya kejadian tersebut. “Saya akan melaporkan hal ini ke Kepala Sekolah dan besok saya akan undang pihak orang tua siswa dan oknum guru yang bersangkutan,” ujarnya.
Setelah pertemuan tersebut, awak media pada Jum’at (6/6) di kantor SMP PGRI 6 Malang ingin mengklarifikasi hasil pertemuan tersebut dan ditemui oleh Wakil Kepala Sekolah. Dalam kesempatan itu, Wakasek menjelaskan, bahwa hasil pertemuan itu sudah selesai, dan oknum guru yang bernama Suwari sudah ditegur oleh Kepala Sekolah dan pihak orang tua siswa sudah menerimanya.
Disinggung dengan adanya suatu bentuk intimidasi tentang akan dikeluarkannya YL dari sekolahan yang pernah juga dikatakan oleh Yuyun, selaku oknum guru BK, apabila masalah ini dilanjut, Taufik berkelit tentang kejadian tersebut.
Menanggapi hal ini, Ketua LSM Badan Investigasi Nasional Korwil Jatim Djoni Pranowo mengatakan, tindakan oknum guru itu sangat patut tidak perlu ditiru. “Seharusnya seorang tenaga pendidik memberikan suri tauladan yang baik bukannnya berkelakuan seperti ringan tangan, itu kan bisa menganiaya psikologis siswanya,” ujarnya.
Djoni juga menambahkan, Dinas Pendidikan Kota Malang harus tanggap dan memberikan tindakan tegas terhadap oknum guru SMP PGRI 6. “Agar citra dunia pendidikan di Kota Malang tidak tercoreng dengan adanya tindakan oknum guru seperti Suwari,” tambahnya. (gus/sya)




Guru itu adalah pendidik. Tidak ada satupun tindakan guru yang didasarkan diluar pendidikan. Kasus YL itu perlu digarisbawahi, yang bersangkutan tidak bergurau melainkan "MISUHI" guru. Guru yang bersangkutan menampar siswa tersebut karena membenahi karakter YL yang tidak hanya sekali "MISUH" namun berulang kali. Ayoklah berpikir yang dalam, jika guru yang disalahkan, maka bagaimana karakter siswa kita nantinya. Sekolah kami ini lebih menojolkan dalam pembentukan karakter yang baik. Harusnya orangtua YL yang berterimakasih kepada gurunya karena anaknya masih diingatkan dan diarahkan karakternya supaya menjadi lebih baik. Untuk para wartawan, ayoklah mencermati suatu kejadian itu dengan sisi yang baik. Anda para wartawan itu bisa menjadi seperti sekarang, kan juga karena guru, Saya menyadari bahwa Anda berlagak seperti "PENYIDIK" ya mungkin karena guru Anda dulu yang tidak meluruskan karakter Anda yang salah tersebut sehingga terbawa hingga sekarang. Sungguh disayangkan atas pemberitaan ini, karena memuat sesuatu yang kurang mendukung pendidikan Indonesia yang berkarakter seperti tertuang dalam maksud Kurikulum 2013.
ReplyDelete