Tingkatkan Peran Keluarga Dalam Pencegahan Korupsi
![]() |
| Busyro Muqoddas |
Yogyakarta, Laras Post Online – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap peran keluarga lebih meningkat dalam upaya mencegah tindak pidana korupsi . Untuk itu KPK menggelar serangkaian serangkaian riset dan tinjauan etnografi serta diskusi publik.
Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas mengungkapkan, melalui serangkaian riset dan tinjauan etnografi serta diskusi publik, KPK berharap dapat menekan peluang dan melakukan pencegahan tindak pidana korupsi mulai dari lingkungan keluarga.
Busyro menyatakan, dari hasil investigasi beberapa kasus korupsi ditemukan banyak melibatkan anggota keluarga seperti, orang tua dengan anak, suami dengan istri, bahkan ada yang melibatkan lengkap orang tua, suami dan istri, anak, ipar, dan menantu.
“Pemberantasan korupsi di Indonesia sudah harus bergerak ke arah yang menyentuh persoalan akar korupsi yang berawal dari sistem yang buruk dan karakter individu yang cenderung korup,” katanya, Selasa (20/5/2014) di Yogyakarta.
Menanggapi upaya pencegahan korupsi melalui lingkungan keluarga, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan, program pencegahan korupsi semacam itu, jangan diasumsikan bahwa dalam suatu keluarga akan dikumpulkan dan dilatih untuk tidak korupsi. Namun, melalui program itu diharapkan, akan berproses sendiri yakni orang tua dalam keluarga berubah untuk tidak melakukan tindakan yang mengarah kepada tindak pidana korupsi.
Lebih lanjut, ia mengatakan, dengan demikian, orang tua bisa memberikan contoh kepada keluarga termasuk anak sehingga orang tua bisa diteladani oleh anaknya. Orang tua harus mengembangkan kearifan yang berkembang dalam keluarga itu hal-hal yang positif secara tradisi, budaya, dan berperadaban.
Menurutnya, pendidikan sumber daya manusia bukan hanya ditujukan mencetak manusia yang cerdas, namun juga menanamkan kejujuran, karena kecerdasan tanpa diimbangi kejujuran justru akan membahayakan. “Anak-anak dididik menjadi wong pinter dan jujur. Kalau menjadi wong pinter tetapi tidak jujur untuk apa, pintar hanya untuk mengakali orang lain dan negara, itu tidak ada gunanya,” pungkasnya.(her)




Post a Comment