Sampah Menumpuk di TPS 3R, Kesehatan Warga Desa Tumpang Kecamatan Tumpang Terancam

Malang, Laraspost .- Sampah menjadi permasalahan umum yang dihadapi oleh setiap daerah di Indonesia termasuk di Wilayah kabupaten Malang, permasalahan persampahan adalah masalah yang memerlukan perhatian, produksi sampah yang dihasilkan di tiap tiap daerah di Kabupaten Malang hampir seluruhnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Tempat Pengolahan Sementara berbasis Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) adalah salah satu cara pengolahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA setiap harinya, sehingga bukan saja mengurangi jumlah sampah yang dibawa ke TPA tetapi juga memberikan keuntungan lain. TPS 3R ini direncanakan dapat mengolah 3 jenis sampah, yaitu sampah organik, sampah anorganik dan sampah plastik.

Faktanya, seperti pengelolaan sampah yang terjadi di Desa Tumpang Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang yang di mana banyak warga Desa mengeluhkan sampahnya tidak di ambil sudah lebih dari 1 minggu, sehingga menyebabkan tumpukan sampah di halaman rumah masing-masing warga, dan menimbulkan bau tidak sedap, pencemaran air tanah, serta berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

Saat awak media melakukan supervisi di TPS 3R, bermaksud konfirmasi dan bertemu dengan salah satu petugas pengolahan sampah yang menerangkan bahwa "untuk pengelolaan sampah yang disini masih kurang maksimal di karenakan 5 dari beberapa armada tidak beroperasi alias rusak dan tidak ada perhatian khusus dari pihak UPT DLH Kecamatan Tumpang," terang pria paruh baya yang namanya tidak mau di mediakan.

Tidak hanya itu masih berlanjut, awak media melakukan konfirmasi ke kantor UPT DLH Kecamatan Tumpang dengan maksud bertemu dengan Kepala UPT, namun team di temui oleh staf UPT yang menerangkan bahwa, Kepala UPT sedang tidak ada di kantor/dinas luar. "Kalau mau konfirmasi tentang sampah yang di TPS 3R silahkan langsung saja ke pihak Desa dan setau saya sudah di tangani oleh pihak Desa"cetusnya. team melakukan upaya menghubungi Kepala UPT via telfon WhatsApp dan chatting namun tidak ada respon hingga berita ini diterbitkan. (7/7/2025).

Terpisah, awak media mendatangi kantor Desa Tumpang dan bertemu secara langsung dengan Didik selaku Kepala Desa Tumpang, pihaknya menerangkan bahwa, "memang benar Pemdes yang mengelola TPS, tetapi yang menjadikan persoalan ada 5 armada yang rusak dan sudah kami koordinasikan dengan pihak DLH dan tidak ada tindakan apapun," tegasnya.

Masih didik, dulu sudah pernah duduk bersama dan di bahas dengan pihak UPT DLH Kecamatan tetapi tidak ada titik temu maupun solusi yang jelas, "ketika ada armada yang rusak ya tidak ada pembenahan atau perbaikan apapun dan terkesan ada pembiaran alhasil ya kendaraan untuk operasional pengangkutan sampah kurang optimal, sehingga terjadi penumpukan di TPS dan sampah yang ada di beberapa warga saya tidak di ambil," tukasnya.

Dengan implementasi TPS3R di setiap wilayah, diharapkan Kecamatan Tumpang dapat mengatasi masalah sampah secara lebih efektif dan berkelanjutan. 

Selain itu, pengelolaan sampah 3R yang melibatkan pengumpulan, pemindahan, pengangkutan, dan pengolahan sampah sangat erat kaitannya dengan prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Didik berharap, adanya sinergitas dan kerjasama yang baik tentang pengelolaan sampah yang berada di Desanya supaya tidak terjadi miss komunikasi dan polemik tentang sampah di TPS 3R ada titik terang, agar tercipta pengelolaan sampah yang lebih efektif dan efisien, mengurangi beban TPA, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan serta masyarakat," tutupnya. (gan)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.