Satgas Penanganan Pandemi COVID-19 Optimis, Terkait Pasien Sembuh Bertambah 6.277 dan Kasus Aktif Berkurang 1.133 Orang
![]() |
| Jumlah terpapar COVID-19 di Indonesia Update 9 April 2021. |
JAKARTA, LARAS POST - Berbagai upaya Satgas Penanganan Pandemi COVID-19 selalu mengingatkan kepada masyarakat agar mematuhi Perotokol Kesehatan baik 3M dan maupun PPKM Mikro hingga eprktif menurunkan kasus aktif. Hal itu saat ini dibuktikan jumlah pasien sembuh terus meningkat. Kali ini bertambah 6.277 orang dan kasus aktif berkurang 1.133 kasus.
Dengan penambahan itu, pasien sembuh menjadi sebanyak 1.405 659 pasien, dan kasus aktif menjadi tunggal 110.138 kasus.
Demikian angka tersebut berdasarkan data yang LARAS POST terima dari Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Jakarta, Jumat (9/4/2021).
Di sisi lain, peningkatan terjadi pada terkonfirmasi positif yakni bertambah sebanyak 5.265 orang sehingga akumulasi menjadi 1.558.145 orang.
Namun masih terjadi kabar duka, yakni pasien meninggal bertambah sebanyak 121 kasus sehingga akumulatif mencapai 42.348 orang.
Sementara itu, lima provinsi dengan penambahan kasus terkonfirmasi positif tertinggi, yakni Jakarta 1.013 orang disusul Jawa Barat 931 orang, selanjutnya Jawa Tengah 569 orang, kemudian Jawa Timur 308 orang, dan Kalimantan Selatan 281 orang.
Provinsi dengan akumulasi positif terbanyak yakni DKI Jakarta mencapai 390.590 kasus, Jawa Barat 256.834 kasus, Jawa Tengah 173.235 kasus, Jawa Timur 142.028 kasus, dan Kalimantan Timur 65.215 kasus.
Pada sisi lain, lima provinsi yang mengalami pasien sembuh tertinggi, yakni Jawa Tengah 2.782 orang, disusul Nusa Tenggara Timur 611 orang, selanjutnya Jawa Barat 452 orang, kemudian DKI Jakarta 402 orang, dan Jawa Timur 249 orang.
Dari 34 Provinsi atau 510 kabupaten dan kota yang melaporkan penanganan kasus COVID-19, dua provinsi tidak melaporkan kenaikan kasus positif, yakni Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Untuk provinsi yang mengalami kenaikan kasus positif di bawah 10 orang, terdapat tiga provinsi, yakni Sulawesi Tenggara satu orang, Maluku dua orang, dan Sulawesi Barat enam orang.
Menurut sumber di Graha BNPB, Jakarta, yang enggan disebut namanya menyebut kan, lima provinsi dengan akumulasi positif terendah yakni, Maluku Utara 4.353 orang, Gorontalo 5.240 orang, Sulawesi Barat 5.384 orang, Bengkulu 5.734 orang, dan Kalimantan Barat 6.288 orang. (Her)




Post a Comment