Tingkatkan Hubungan Dagang dan Kerja Sama Promosi, Kemendag Gelar Training on Trade Promotion di Pakistan
Jakarta, Laras Post – Kementerian Perdagangan terus meningkatkan hubungan dagang dan kerja sama dalam aktivitas promosi perdagangan. Hal itu disampaikan Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan pada acara Training on Trade Promotion yang berlangsung pada 23–25 September 2019 di Karachi, Pakistan.
“Pelatihan ini memberikan pengetahuan secara umum tentang perdagangan internasional dan aktivitas promosi perdagangan serta mendorong pengusaha Pakistan untuk bermitra dengan pengusaha Indonesia. Materi pelatihan menitikberatkan pada aktivitas promosi dagang dan peningkatan nilai perdagangan Indonesia–Pakistan lewat kegiatan ekspor dan impor,” ungkap Marolop, seperti dalam siaran pers yang Laras Post terima di Jakarta, Senin (30/9/2019).
Kali ini, pelatihan promosi perdagangan menghadirkan narasumber terkemuka di bidang ekspor dan promosi. Narasumber tersebut yaitu perwakilan PT. Energi Agro Nusantara, Izmirta Rachman dan CV. Kokulayana, Suharlina Mahalli.
Materi yang disajikan meliputi pengenalan produk potensial Indonesia dan Pakistan, kegiatan ekspor–impor, promosi ekspor, strategi promosi yang efektif, manajemen pameran, aktivitas pada saat pameran dan setelah pameran.
Pelatihan promosi perdagangan ini adalah tindak lanjut nota kesepahaman Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) dengan Trade Development Authority (TDAP). Selain itu, kegiatan ini juga merupakan sinergi pemerintah dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Karachi, Pakistan.
Nota kesepahaman tersebut bertujuan memperkuat organisasi, kerja sama ekonomi dan perdagangan serta peluang bisnis kedua negara. Selain itu, pelatihan ini merupakan upaya untuk mempromosikan produk potensial Indonesia dan mendorong pelaku usaha atau sektor swasta di Pakistan berpartisipasi pada promosi dagang dan menjalin hubungan bisnis dengan pelaku usaha di Indonesia.
Pelatihan ini diikuti 32 peserta yang terdiri atas pejabat dan pegawai TDAP, serta dihadiri Konsul Jenderal Republik Indonesia di Karachi, Totok Prianamto; Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor, Marolop Nainggolan; dan Senior Direktur Jenderal Trade Development Authority of Pakistan, Syed Rafeo Bashir Shah.
"Kegiatan ini bertujuan menggali potensi dagang antara kedua negara dalam sektor ekonomi, perdagangan, investasi. Indonesia siap untuk bekerjasama dengan pelaku bisnis Pakistan. Diharapkan hal ini mampu memberikan stimulasi hubungan bisnis antar kedua negara," ujar Marolop.
Lebih lanjut Marolop menjelaskan, pelatihan promosi perdagangan ini, juga menjadi salah satu cara Indonesia meningkatkan hubungan dagang dan peningkatan ekspor ke negara tujuan pasar nontradisional khususnya di kawasan Asia Selatan. "Indonesia dan Pakistan pada tahun 2013 telah mengimplementasikan perjanjian dagang Indonesia Pakistan Preferential Tarif Agreement (IP-PTA). Hasil perjanjian tersebut telah berhasil meningkatkan perdagangan kedua negara secara signifikan," kata Marolop.
Tahun ini Indonesia dan Pakistan sepakat akan memperluas perjanjian menjadi IndonesiaPakistan Trade in Goods Agreement (IP-TIGA). Negosiasi perdagangan tersebut dilakukan untuk menggali potensi kedua negara dan dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi kedua negara.
Pada kesempatan ini, Marolop juga mempromosikan Trade Expo Indonesia ke-34 yang akan diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibiton (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD) City, Tangerang pada 16—20 Oktober 2019.
Menurut Marolop, jumlah buyer Pakistan yang mengunjungi Trade Expo Indonesia 2018 tercatat sejumlah 68 orang. Kunjungan tersebut menghasilkan transaksi dagang sebesar USD 68 ribu. Produk utama yang diminati antara lain alas kaki, produk pertanian, CPO, kosmetik, dan produk fesyen.
Hubungan Bilateral IndonesiaPakistan
Total perdagangan IndonesiaPakistan pada 2018 tercatat sebesar USD 3,10 miliar. Ekspor Indonesia ke Pakistan pada 2018 tercatat sebesar USD 2,38 miliar dan pangsa sebesar 1,46 persen. Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Pakistan pada periode yang sama tercatat sebesar USD 641,4 juta pangsa sebesar 0,4 persen. Pakistan merupakan negara tujuan ekspor nonmigas utama Indonesia ke-15 sumber impor nonmigas utama Indonesia ke-36.
Komoditas ekspor andalan Indonesia ke Pakistan pada 2018 adalah minyak kelapa sawit dan turunannya, batu bara, mobil dan kendaraan bermotor lainnya, suku cadang dan aksesori untuk kendaraan bermotor, serta ban dan bahan baku serat buatan. Sementara itu, komoditas impor utama Indonesia dari Pakistan pada tahun 2018 adalah produk setengah jadi dari besi atau baja tanpa paduan, beras, gandum, buah jeruk, serta kertas dan kertas karton. (her, sg, wan)




Post a Comment