Header Ads


Bea Cukai Diminta Berkoordinasi dengan Instansi terkait Atasi Maraknya Penyelundupan

Ilustrasi penyelundupan. 

Jakarta, Laras Post - Direktorat Bea Cukai (Ditjen Bea Cukai) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, TNI Angkatan Laut (TNI AL), dan Kepolisian didorong untuk berkoordinasi dalam rangka mengatasi maraknya penyelundupan dengan cara memetakan dan menutup setiap perlintasan tidak resmi/jalur tikus yang ada serta melakukan patroli secara intensif di wilayah-wilayah. 

Hal itu disampaikan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo terkait keberhasilan Kepolisian Daerah Metro Jaya membongkar jaringan penyelundup telepon seluler yang menyelundupkan 5.572 ponsel dari China dalam sepekan, mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp4,5 triliun. 

"Kita juga mendorong Kepolisian, TNI dan Ditjen Bea Cukai untuk menindak tegas setiap pelaku maupun kapal-kapal yang melakukan transaksi di tengah laut guna meminimalisir terjadinya kasus penyelundupan," tandas Bamsoet dalam siaran persnya, Jumat (30/8/2019).

Pihaknya, sambungnya, juga mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) bersama dengan Kepolisian dan Ditjen Bea Cukai untuk meningkatkan pengawasan di pelabuhan-pelabuhan terutama pelabuhan tikus yang minim pengawasan aparat, sehingga dapat mencegah pelaku memanfaatkan jalur pelabuhan tikus sebagai tempat penyelundupan, mengingat para penyelundup seringkali menggunakan kapal dalam menyelundupkan ponsel-ponsel tersebut. 

"Ditjen Bea Cukai diminta juga untuk meningkatkan pengawasan terhadap orang maupun barang yang masuk ke Indonesia, baik melalui jalur darat, laut maupun udara dengan cara memperbarui peralatan dan teknologi yang digunakan dalam patroli penyelundupan barang, sehingga dapat meminimalisir kasus penyelundupan barang," terang Bamsoet. (wan

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.